Polisi Terapkan Wajib Swab Masuk Wadas, LBH & Suplai Logistik Tertahan

CNN Indonesia
Rabu, 09 Feb 2022 14:00 WIB
LBH Yogyakarta mengaku sulit masuk ke Wadas, Jateng, untuk memberi advokasi warga karena aparat menerapkan wajib swab. Aparat mewajibkan tim advokat untuk swab sebelum masuk ke Wadas. (Foto: Detikcom/Rinto Heksantoro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengaku sulit memasuki wilayah Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, untuk memberikan pendampingan warga lantaran ada aturan swab yang diterapkan aparat.

"Sampai saat ini saya belum bisa masuk. Enggak bisa ngeliat kondisi mereka karena saya diwajibkan untuk melakukan swab," ujar anggota tim kuasa hukum LBH Yogyakarta Julian Duwi dalam siaran pers, Rabu (9/2).

"Seharusnya tidak boleh ada double standard. Kenapa tim hukum yang ingin mendampingi diwajibkan swab? Menurut kami ini menghalangi akses untuk mendampingi warga hari ini," cetus dia.


Selain tim hukum, Julian mengungkapkan satu unit mobil bantuan logistik untuk warga Wadas masih tertahan di luar wilayah sengketa. Bantuan ini rencananya diberikan, pada Rabu (9/2) siang, sambil menunggu para warga yang ditahan dibebaskan.

"Ada satu mobil dari temen-temen petani pantai selatan belum bisa di drop di Desa Wadas karena kondisinya bagi kami masih belum memungkinkan, sehingga ada yang masih dibawa, dikumpulkan di Polres Purworejo," kata dia.

Julian mengatakan bantuan tersebut akan diberikan langsung kepada warga yang dibebaskan dari tahanan polisi.

"Kemungkinan nanti akan sekalian dibawa pulang dengan temen [warga] ketika dikeluarkan dan dikembalikan di Desa Wadas. Untuk jamnya kami masih belum tahu pasti. Kemungkinan siang ini harapannya sudah ada yang dilepaskan," ujarnya.

Berdasarkan laporan terkini, Julian mengatakan warga Desa Wadas yang ditahan aparat sejak Selasa (8/2) kemarin masih berada di Polres Purworejo. Jumlahnya kini mencapai 64 orang, termasuk anak-anak di bawah umur.

"[Total] 64 orang ditangkap kurang lebih. Di antaranya anak-anak sekitar 10 orang. Anak-anak di bawah umur," ungkapnya.

Julian berharap para warga yang ditangkap dapat dibebaskan pada siang ini.

"Karena kalau misalnya kita mau bilang prosedur, maka 1x24 jam kalo enggak ada dugaan tindak pidana harusnya dilepas semua," ujarnya.

Aparat kepolisian mendatangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sejak Selasa (8/2) pagi, untuk mengawal tim pengukur lahan penambangan batuan andesit. Mereka dikabarkan menangkap warga yang dituding melakukan provokasi hingga mencopot poster penolakan proyek bendungan.

Setidaknya lebih dari 60 orang ditangkap mulai dari lansia hingga anak di bawah umur.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan pihaknya telah memberikan pengumuman dan langkah persuasif terkait kegiatan pengamanan untuk pengukuran lahan yang telah dibebaskan terkait proyek Bendungan Bener.

"Polisi sudah Public Address agar tidak ada benturan di masyarakat Wadas sendiri. Langkah-langkah Polri sudah sesuai SOP, tetapi ada provokasi," kata dia, Rabu (9/2).

(blq/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER