Petinggi MUI Ragu Munarman Gabung ISIS: Saya Bersaksi Dia Orang Baik

CNN Indonesia
Senin, 07 Mar 2022 16:01 WIB
Petinggi MUI mengenal Munarman selama ini sebagai aktivis dan ahli hukum hingga bersahabat dengan ormas-ormas Islam. Petinggi MUI Muhyidin (kanan) jadi saksi meringankan Munarman. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi meragukan bila mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman bergabung dengan kelompok teroris ISIS atau ISIL.

Hal itu ia sampaikan saat dihadirkan sebagai ahli dalam sidang lanjutan kasus dugaan terorisme dengan terduga Munarman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (7/3).

"Saya meragukan kalau beliau itu bergabung dengan kelompok teroris ISIS atau ISIL. Saya bersaksi asyhadu. Apa yang saya tahu apa yang saya kenal, beliau orang baik. Bukan karena beliau sahabat saya," kata Muhyiddin.

Muhyiddin menilai Munarman selama ini dikenal sebagai aktivis dan ahli hukum. Munarman, kata dia, juga memiliki banyak berjejaring dengan banyak ormas-ormas Islam.

Muhyiddin juga kerap membaca pemikiran Munarman yang dimuat di banyak media. Baginya, pemikiran Munarman jernih dan kritis memandang suatu persoalan.

"Dengan beberapa hal beliau punya pandangan tak sejalan pemerintah. Terutama dalam konteks penegakan hukum karena referensinya berbeda," kata dia.

Muhyiddin lantas bercerita sempat bertemu dengan Munarman di kediaman Mantan Ketua MPR Amien Rais. Pertemuan itu dilakukan seminggu sebelum Munarman ditangkap polisi.

Pada pertemuan itu, Munarman mengatakan pihak TP3 diduga diancam oleh pihak tertentu agar tak melakukan pengusutan terhadap kasus pembunuhan 6 laskar FPI. Munarman, kata Muhyiddin, juga berkeluh kerap dituduh melakukan baiat kepada ISIS.

"Beliau dituduh bla bla. Beliau katakan 'saya tak pernah melakukan baiat itu'," kata dia.

(rzr/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER