Aktivitas PT di Madina Ditutup Sementara Usai 58 Warga Keracunan Gas

CNN Indonesia
Selasa, 08 Mar 2022 13:58 WIB
Kabid Humas Polda Sumut menyatakan aktivitas PT SMGP di Sibanggor Julu, Kabupaten Madina disetop sementara imbas setidaknya 58 orang keracunan gas. Ilustrasi. Kabid Humas Polda Sumut menyatakan aktivitas PT SMGP di Sibanggor Julu, Kabupaten Madina disetop sementara imbas setidaknya 58 orang keracunan gas. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Medan, CNN Indonesia --

Aktivitas PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) dihentikan sementara.

Hal itu dilakukan setelah 58 warga keracunan gas H2S (Hidrogen Sulfida) saat PT SMGP melakukan welltest di wellpad AAE pada Minggu (6/3) petang, pukul 15.00 WIB. Pada saat melakukan welltest, ternyata asap sumur mengarah ke pemukiman warga yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi.

"Ditutup sementara," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (7/3).

Hadi menyebutkan dari 58 orang yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan gas, 36 orang di antaranya sudah dibolehkan pulang ke rumah masing-masing.

"Sudah kembali ke rumahnya ada 36 orang. Beberapa saksi korban juga tengah dimintai keterangan," ujarnya.

Bupati Madina M Jafar Sukhairi juga buka suara terkait keracunan massal itu. Selain itu ada tiga orang anak usia 9 bulan yang turut keracunan. Para korban mengalami muntah-muntah, pusing, dan sesak nafas.

"Ini akibat adanya kebocoran H2S sehingga masyarakat di sekitar kegiatan pengeboran, terkena," kata M Jafar Sukhairi, Senin lalu.

M Jafar Sukhairi pun meminta PT Sorik Merapi Geothermal bertanggungjawab. Sebab kejadian gas beracun yang berdampak pada warga ini sudah pernah terjadi juga sebelumnya. Pada 25 Januari 2021 silam, proyek power plant Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang dikerjakan perusahaan itu juga mengambil 5 korban jiwa.

"Kejadian ini terulang kedua kalinya. Saya berharap pihak perusahaan ikut bertanggung jawab. Terhadap saudara kita yang menjadi korban. Patut juga perusahaan mempertimbangkan terkait kondisi masyarakat di sekitar kegiatan, apakah pihak perusahaan melakukan relokasi," tambah Sukhairi.

Ia mengatakan petugas masih melakukan pendataan di lapangan terkait jumlah korban. Selain itu, Sukhairi menyerahkan penanganan kasus itu ke polisi.

"Kita tetap memonitor apakah ada korban lagi. Kita belum tahu apakah ini kelalaian perusahaan atau murni ini faktor alam. Namun kita serahkan ke pihak terkait. Ini ditangani secara serius," tegas Sukhairi.

Sementara itu PT SMGP dalam rilis yang diunggah di situs resmi perusahaan tersebut pada 7 Maret 2022, mereka memastikan tidak terjadi kebocoran gas H2S. Perusahaan itu pun membeberkan kronologi dari mulai tahap sosialiasasi.

Perusahaan itu mengklaim mengikuti prosedur standar operasional yang dirancang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan
pekerja di lokasi kerja.

"SMGP melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat dimulai dari 5 Maret. Sosialisasi mencakup diskusi lisan dengan masyarakat sekitar dan distribusi pamflet dengan menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan rencana pengujian sumur," demikian keterangan mereka.

Sosialisasi itu dilakukan untuk menciptakan kesadaran dan memastikan semua orang di area tersebut mengetahui akan diadakan kegiatan uji sumur yang sudah dijadwal. Usai sosialisasi, SMGP mengevakuasi seluruh personel dan patroli dengan radius 300 meter.

Selama kegiatan uji sumur itu, PT tersebut memantau arah angin dan tingkat gas yang berasal dari sumur. Lebih lanjut SGMP menyatakan berdasarkan langkah-langkah keamanan dan pemantauan yang diambil, lokasi geografis Desa Sibanggor Julu dan fakta bahwa gas H2S lebih berat daripada udara, tidak ada indikasi atau bukti yang mendukung klaim paparan gas H2S dari sumur AAE-05 seperti yang telah dilaporkan.

"SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat setempat, serta berpartisipasi dalam penyelidikan dengan pihak berwenang tentang penyebab sebenarnya dari insiden tersebut," demikian keterangan perusahaan tersebut.

(fnr/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER