KKB Serang Pos Marinir di Nduga, Prajurit TNI Tewas Bertambah Satu

CNN Indonesia
Minggu, 27 Mar 2022 12:37 WIB
Korban prajurit TNI yang tewas dalam serangan KKB di pos militer Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Kabupaten Nduga, Papua, bertambah satu. Ilustrasi. Korban prajurit TNI yang tewas dalam serangan KKB di pos militer Satgas Mupe Yonif Marinir-33 di Kabupaten Nduga, Papua, bertambah satu. (ANTARA /HO-Humas Polda Papua)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prajurit TNI yang meninggal dunia akibat insiden penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pos militer Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (26/3) bertambah satu orang.

Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan bahwa korban meninggal pada Minggu (27/3) dini hari bernama Pratu Mar Wilson Anderson.

"[Total] Dua orang meninggal dunia. Alm Pratu Mar Wilson Anderson pada hari Minggu dini hari (27/3). Korban lain yang meninggal dunia sehari sebelumnya Alm Letda Mar Moh. Iqbal," kata Candra kepada wartawan, Minggu (27/3).

Ia menyebutkan bahwa Wilson meninggal dunia usai sempat mendapat penanganan medis dari tim dokter Satgas selama beberapa waktu. Namun, kata dia, upaya tersebut tak berhasil hingga akhirnya prajurit TNI itu meninggal dunia.

Korban, kata dia, saat ini sudah berada di RSUD Mimika untuk dilakukan proses pemulasaran. Dari keseluruhan, terdapat total enam prajurit yang mengalami luka-luka berinisial Serda RF, BP, EES, Pratu ASA, Prada ADP, dan LH.

Kemudian, dua lainnya mengalami luka ringan, yakni Pratu RS dan DS. Mereka masih berada di wilayah Kenyam, Kabupaten Nduga saat ini.

"Untuk Alm Pratu Wilson Anderson, juga direncanakan pada hari Senin (28/3) akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah dan diberangkatkan ke rumah duka menggunakan pesawat udara transit di Makassar-Surabaya, kemudian menuju di Kupang," ucap dia.

Ia pun berharap agar prajurit yang terluka akibat serangan yang dilakukan KKB tersebut dapat segera tertolong dan bertugas kembali.

Sebelumnya, Kapolres Nduga Kompol Komang Budhiarta mengatakan bahwa penyerangan diduga dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya. Mereka disebut mengeluarkan pelontar granat jenis GLM hingga terdengar ke Polres Nduga yang berjarak sekitar 1,2 KM dari pos militer tersebut.

Menurutnya, senjata itu adalah hasil rampasan kelompok separatis yang telah dicap oleh pemerintah sebagai teroris tersebut.

Terpisah, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap pos militer itu.

Penyerangan dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun kelompok separatis tersebut.

"Saat HUT TPNPB yang ke 51 tahun yaitu tanggal 26 Maret 2022 Pasukan TPNPB Kodap III Darakma Ndugama melakukan serangan di Pos Militer Indonesia di Keneyam Ibu Kota Kabupaten Nduga," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom kepada wartawan, Minggu (27/3).

(mjo/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER