Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan turun semakin deras. Hilir mudik penumpang di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terhenti.
Seorang pria berpayung keluar dari dalam bus, berteriak ke arah kumpulan orang yang berteduh di sebuah area yang bisa disebut tempat tunggu.
"Haryanto, haryanto. Berangkat," pekik pria itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan orang bergegas, tas-tas diangkat, kardus ditenteng, beberapa dinaikkan ke pundak. Setengah berlari, mereka satu-persatu mendekat ke bus yang berjarak sekitar 5 meter.
Tentu, tak semua dari mereka bernama Haryanto. Itu adalah nama PO Bus, yang melayani perjalanan dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa. Setelah semua penumpang naik, bus itu langsung tancap gas.
Tak semua orang yang berteduh itu naik ke bus. Tersisa segelintir orang, salah satunya adalah Amir. Pria 45 tahun yang berencana pulang ke kampung halamannya di Purwokerto.
"Masih nunggu bus. Kayaknya pakai Murni Jaya," kata Amir.
Amir akan pulang kampung sendirian. Keluarganya memang berada di Purwokerto. Di Jakarta, sehari-hari ia bekerja sebagai pekerja proyek.
Lantaran proyek pekerjaan yang sudah hampir rampung, dan Lebaran sudah dekat, bos di tempatnya bekerja mengurangi jumlah pekerja.
 Ilustrasi. Sejumlah masyarakat memilih untuk mudik lebih awal. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Dari perusahaan mengurangi tenaga kerja. Situasi Lebaran mengurangi. Diperkecil untuk membayar orang," katanya.
Menganggur di Ibu Kota, ia memilih pulang lebih awal. Amir tak mau pulang mepet Lebaran, karena dari pengalaman, harga tiket akan melambung. Mudik kali ini, ia mengaku merogoh kocek hingga Rp250 ribu.
"Ongkos semakin mahal. Terus ramai, macet. Nah, itu yang saya enggak suka itu," katanya.
Ia juga mengaku sudah tak sabar melepas rindu. Amir terakhir mudik tahun lalu, meski sebenarnya ada larangan dari pemerintah.
"Saya senang pemerintah izinkan pulang, bebas, enggak ada aturan, persyaratan harus antigen, swab. Saya senang itu jadi enggak banyak pengeluaran. Kita rakyat biasa, yang perlu yang biasa-biasa gini aja lah," katanya.
"Harus ada antigen, swab, haduh ribet," imbuhnya.
Pilih Bus Ketimbang Kereta
Amir tak menampik, harga tiket kereta ke Purwokerto, bisa lebih murah daripada naik bus. Namun, ia tetap memilih naik bus. Bertahun-tahun bolak-balik Jakarta-Purwokerto, ia mengaku jarang naik kereta.
Selama menggunakan bus, ia juga mengaku selalu naik dari Terminal Lebak Bulus. Selain karena tak mau ribet, terminal itu juga dekat dari tempatnya tinggal.
"Naik kereta itu harus daftar online, stasiun jauh. Sedangkan posisi saya di sini. Kos di daerah sini," katanya.
Simak cerita mudik lebih awal di halaman berikutnya..
Terminal 'Primadona' di Selatan Jakarta
Ilustrasi. Sejumlah masyarakat memilih mudik lebih awal pada Lebaran 2022. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Usai lebaran, Amir akan kembali ke Jakarta. Karena sudah berangkat lebih awal, ia juga tak akan terlalu lama di kampung halaman.
"Habis Lebaran, balik. Mungkin sampai dua minggu di kampung, balik ke sini lagi. Kerja lagi," katanya.
Lain Amir, lain lagi Wanto. Ia memilih pulang lebih awal karena pekerjaan di Jakarta telah selesai. Ia juga merupakan pekerja proyek di daerah Parung, Jawa Barat.
"Pulang ke Sragen karena kangen lah keluarga. Kerjaan udah kelar," katanya.
Dari Parung, ia naik ojek online ke Lebak Bulus. Sama seperti Amir, Wanto tak mau ribet mengikuti berbagai persyaratan untuk naik kereta.
Sementara Terminal Lebak Bulus dipilih karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat tinggal.
"Tahun ini senang, beda sama tahun kemarin. Benar, pokoknya beda lah. Kalau dulu pengin pulang disetop PPKM, sekarang bebas," katanya.
Primadona warga Jakarta dan Perbatasan
 Ilustrasi. Terminal Lebak Bulus menjadi satu-satunya terminal bus luar kota yang ada di Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Kepala Terminal Lebak Bulus, Hernanto mengatakan bahwa Terminal Lebak Bulus merupakan salah satu 'primadona' di Jakarta, khususnya bagian selatan hingga perbatasan.
Menurutnya, banyak masyarakat yang lebih memilih terminal itu lantaran gampang diakses.
"Di wilayah lain kalau kita lihat, di Jakarta Timur, Utara, Barat, ada. Di Selatan tinggal Lebak bulus. Jadi primadona, karena kita juga di pinggiran Jakarta. Banyak juga warga yang dari pinggir [seperti] Parung, Ciputat, Depok, yang pinggiran Jakarta," kata Hernanto.
Di masa mudik Lebaran ini, Terminal Lebak Bulus masuk sebagai terminal bantuan. Pemprov DKI total menyiapkan tujuh terminal.
Ketujuh terminal itu terdiri atas empat terminal utama yaitu Kampung Rambutan, Kalideres, Pulogebang, dan Tanjung Priuk. Serta tiga terminal bantuan yakni Grogol, Muara Angke, dan Lebak Bulus.
Hernanto memprediksi, penumpang akan mulai meningkat pada H-7 hingga H-3 Lebaran.
"Masih terlihat normal, belum terlihat lonjakan signifikan," katanya.