Aktivis Papua Ungkap Kronologi Pedemo Tolak DOB Tertembak Peluru Karet

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 08:49 WIB
Seorang aktivis Papua dari Universitas Cenderawasih diduga tertembak peluru karet saat bergabung dengan massa aksi menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) di Jayapura Mahasiwa berorasi saat mengikuti aksi di Lingkaran Abe, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (1/4/2022). Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis Papua Ambrosius Mulait mengatakan seorang peserta massa aksi menolak Daerah Otonomi Baru (DOB) di Jayapura, Papua diduga tertembak peluru karet.

Korban merupakan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih (Uncen) Fred Nawipa.

Ia membeberkan kronologi dugaan penembakan tersebut bermula ketika massa aksi dari Uncen hendak berunjuk rasa di Lingkaran Abe.

"Kronologisnya itu massa aksi yang di Perumnas IV itu mau bergabung dengan massa aksi lainnya yang di Waena dan Abe. dalam perjalanan itu mereka diadang di jalan, kemudian berhadapan dengan polisi lengkap dengan water cannon kemudian aparat brimob yang lengkap dengan gas air mata," kata Ambrosius saat dihubungi, Selasa malam (10/5).

Kemudian, kata Ambrosius, mahasiswa sempat bernegosiasi dengan polisi agar bisa lewat dan ikut aksi. Namun, polisi menolak dan bersikeras agar massa membubarkan diri.

"Tapi negosiasi tidak diterima, aparat langsung merespons dengan cara 'kamu mau bubar apa tidak' hanya itu saja. Kemudian dihitung 1, 2, 3 lalu ditembak dengan water cannon," tutur Ambrosius.

"Terus posisi saat itu aparat juga melakukan penembakan dengan peluru karet, sehingga salah satu ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu Fred Nawipa terkena peluru karet," ujarnya menambahkan.

Menurut Ambrosius, peluru karet itu mengenai paha Fred. Sampai malam tadi, Fred belum mendapat pengobatan medis.

Ia mengatakan Fred masih khawatir ketika dibawa ke rumah sakit ia akan ditangkap oleh aparat kepolisian.

"Rencana mau diobati ke rumah sakit, tapi takut karena memang diincar," imbuhnya.

Selain itu, kata dia, saat aksi yang sama, Ketua BEM Hukum Uncen Yuniel Pahabol juga dikabarkan ditangkap. Namun, sampai semalam belum ada kabar terbaru terkait keberadaannya.

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay sebelumnya menyebut satu peserta demonstrasi tolak Daerah Otonomi Baru (DOB) Papuadi Jayapura kritis setelah terkena peluru karet diduga dilepaskan oleh aparat kepolisian.

"Iya (kritis) yang aksi di Waena," kata Gobay saat dihubungi kemarin.

Polisi belum memberikan keterangan rinci soal korban yang terkena peluru karet.

Sejauh ini polisi hanya menegaskan telah menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan atribut bermotif Bintang Kejora saat melakukan razia penyekatan demonstrasi tolak DOB Papua di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura.

(dmi/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER