Anggota DPR Gerindra Sebut Ganti Gorden Rumah Dinas Tak Urgen

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 18:45 WIB
Menurut Andre Rosiade, banyak anggota Fraksi Partai Gerindra yang menolak penggantian gorden rumah dinas DPR. Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan penggantian gorden rumah dinas anggota dewan bukan hal yang urgen dilakukan saat ini. (Foto: Dok. Andre Rosiade)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan penggantian gorden rumah dinas anggota dewan bukan hal urgen.

Menurutnya, banyak anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra menolak penggantian gorden tersebut.

"Banyak anggota Gerindra, seperti yang dibicarakan Habiburokhman, untuk menolak anggaran gorden ini, karena ini bukan hal yang urgen bagi anggota Fraksi Gerindra," kata Andre saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (11/5).


Andre menyayangkan sikap Sekretariat Jenderal DPR yang masih melanjutkan tender penggantian gorden rumah dinas DPR.

Sebab, menurut dia, sejak awal tender tersebut sudah menuai pro dan kontra dari anggota dewan dan publik.

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) itu juga menyadari publik semakin gaduh ketika perusahaan dengan penawaran harga tertinggi justru memenangkan tender.

Andre pun memastikan BURT DPR akan memanggil Setjen DPR untuk meminta klarifikasi terkait tender penggantian gorden rumah dinas DPR.

Diberitakan, tender gorden rumah dinas DPR menjadi polemik usai DPR menetapkan PT Bertiga Mitra Solusi sebagai pemenang dengan nilai tawaran Rp43,5 miliar. Padahal, ada dua perusahaan lain yang mengajukan harga lebih murah.

Publik juga mengkritik karena anggaran yang dipakai sangat besar hanya untuk pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR di Kalibata.

Merespons hal ini, Sekjen DPR Indra Iskandar menerangkan bahwa gorden, vitrase, dan blind yang digunakan saat ini di rumah dinas anggota DPR di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan merupakan hasil dari proses pengadaan atau lelang pada 2010.

Menurutnya, banyak gorden, vitrase, dan blind di rumah dinas anggota dewan yang kondisinya sudah lapuk dan rusak saat ini.

"Dengan demikian usia atau masa pemakaiannya sudah 12 tahun, sehingga sudah banyak yang lapuk dan rusak," kata Indra dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (9/5).

Indra menjelaskan, banyak anggota dewan yang sebenarnya telah mengajukan penggantian gorden, vitrase, dan blind sejak 2020.

Namun, pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena belum membuat alokasi anggarannya.

(mts/tsa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER