KSAL Minta Komandan Kapal Perang Asah Kemampuan Tempur

CNN Indonesia
Jumat, 20 Mei 2022 10:23 WIB
KSAL ingin para komandan bisa cepat mengambil keputusan ketika menghadapi situasi darurat atau melihat hal-hal mencurigakan. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meminta kepada komandan Pangkalan Angkatan Laut, komandan batalyon, dan komandan kapal perang (KRI) mengasah kemampuan naluri tempur. (Foto: Arsip foto Dispenal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meminta komandan Pangkalan Angkatan Laut, komandan batalyon, dan komandan kapal perang (KRI) mengasah kemampuan naluri tempur.

Yudo ingin para komandan bisa cepat mengambil keputusan ketika menghadapi situasi darurat atau melihat hal-hal mencurigakan.

"Terutama saat di KRI, naluri operasional serta naluri patroli ketika menghadapi sesuatu atau melihat sesuatu hal yang mencurigakan, sehingga dengan cepat dapat dicerna untuk menghasilkan keputusan," kata Yudo saat memberikan arahan rutin kepada komandan satuan di TNI AL dan komandan KRI, Kamis (19/5), dikutip dari Antara.

Yudo menegaskan kepada para jajarannya untuk meningkatkan operasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama di wilayah kelautan.

Menurutnya peningkatan operasi di wilayah laut NKRI sangat penting karena rentan terhadap pelanggaran hukum. Karena itu, para komandan harus menguasai dan memahami area operasi masing-masing.

"Kuasai wilayah kerja serta pahami area operasi sesuai dengan tanggung jawabnya untuk mengawasi daerah yang rentan atau vital, sehingga para pimpinan dan komandan satuan mengetahui daerah yang sering menjadi penyelundupan," ucapnya.

Yudo pun menekankan kepada para komandan satuan dan komandan KRI agar tidak ragu dan takut saat mengambil keputusan jika terjadi pelanggaran baik di laut maupun satuan.

Dia mengatakan para pimpinan harus memahami hukum, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat dan bijaksana dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Yudo menuturkan komandan tidak melulu harus menunggu pimpinan atas jika terjadi pelanggaran di sekitar wilayah kerja atau daerah operasi.

"Sehingga permasalahan yang ada akan cepat untuk ditangani," katanya.

(tsa/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER