Buruh Demo Bawa Boneka Tikus Berdasi dan Buku Besar Omnibus Law Cilaka

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mei 2022 16:01 WIB
Massa buruh mengkritik praktik korupsi dan omnibus law UU Cipta Kerja yang dibuat secara ugal-ugalan di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Massa buruh mengkritik praktik korupsi dan omnibus law UU Cipta Kerja yang dibuat secara ugal-ugalan di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. (CNN Indonesia/Cintya Faliana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) membawa sejumlah atribut aksi seperti boneka replika tikus berdasi, buku besar, bendera, poster, hingga spanduk berisi tuntutan kepada pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Replika itu berbentuk patung berbadan manusia dan berkepala tikus. Ia menggunakan setelan jas hitam dengan kopor bergambar dollar. Massa juga membawa beberapa tulisan untuk menyindir para koruptor.

"Tikus yang berdasi di mana kekuasaan yang rusak hari ini adalah akibat para koruptor yang rakus," kata Juru Bicara Gebrak Nining Elitos di lokasi pada wartawan, Sabtu (21/5).

Menurut Nining, koruptor adalah perusak tatanan dan sistem pemerintahan.

"Akhirnya membuat kita harus berutang besar dan kemudian rakyat menjadi korban utamanya itu," lanjut Nining.

Dia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat. Salah satunya pencabutan subsidi dan kenaikan harga kebutuhan hidup. Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa negara dalam darurat korupsi.

Sementara, buku besar yang bertuliskan 'Omnibus Law Cilaka' itu, disebut Nining sebagai wujud peraturan yang dibuat pemerintah dengan ugal-ugalan dan tidak demokratis dalam penyusunannya.

Terlebih, UU itu dibuat dalam waktu singkat dan diistilahkan Nining serupa kemerdekaan Indonesia.

"[Omnibus Law] dibuat dalam waktu yang sangat singkat seperti kemerdekaan Indonesia gitu ya, dibuat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tetapi mengabaikan aspek kemanusiaan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama mahasiswa berunjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (21/5/2022). Aksi yang bertepatan dengan peringatan 24 tahun reformasi tersebut membawa 14 tuntutan, yaitu pencabutan Omnibus Law Cipta Kerja, penolakan revisi UU PPP, diturunkannya harga minyak goreng dan tolak penundaan Pemilu. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.Massa dari Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama mahasiswa berunjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (21/5/2022). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Ribuan buruh di bawah Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Sabtu (21/5) hari ini.

Aliansi yang terdiri dari berbagai organisasi di bawah Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan lainnya memilih perayaan May Day pada hari ini, bersamaan dengan momen lengsernya Presiden Soeharto, 21 Mei 1998.

Aksi dilakukan di wilayah Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat yang berjarak sekitar satu kilometer dari Istana Kepresidenan.

Nining mengungkap beberapa tuntutan yang dibawa massa aksi yaitu cabut Omnibus Law, tolak revisi UU PPP, dan meminta turunnya harga bahan pokok dan BBM.

"[Termasuk] tolak penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden, hentikan represivitas terhadap gerakan rakyat, dan tangkap adili penjarakan dan sita aset para koruptor," kata Nining.

(cfd/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER