Lukas Enembe: Konflik Papua Bisa Tuntas dengan Terhormat seperti Aceh

Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mei 2022 08:20 WIB
Gubernur Lukas Enembe menilai konflik Papua bisa selesai dengan terhormat, sama seperti konflik Aceh. Gubernur Lukas Enembe menilai konflik Papua bisa selesai dengan terhormat, sama seperti konflik Aceh. Foto: (CNN Indonesia/Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan konflik bersenjata di Papua sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara terhormat. Menurutnya, konflik Papua bisa diselesaikan sama seperti konflik bersenjata yang terjadi di Aceh.

Hal tersebut Lukas kemukakan saat merespons laporan Amnesty International Indonesia tentang situasi Intan Jaya berkaitan dengan rencana penambangan Blok Wabu.

"Sebenarnya kita mampu menyelesaikannya (konflik bersenjata Papua) dengan cara yang terhormat. Ini mampu kita selesaikan, Aceh bisa diselesaikan, (masa) Papua enggak bisa," kata Lukas di Kantor Badan Penghubung Pemprov Papua, Jakarta Selatan, Jumat (27/5).


Lukas mengatakan masyarakat di Papua tidak menuntut pembangunan dalam permasalahan tersebut. Sedangkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Seiring gesekan terus terjadi, kata Lukas, korban dari kedua pihak yakni TNI dan orang Papua berjatuhan. Lukas pun mengaku sedih dengan hal tersebut.

"TNI kita jadi korban, TNI yang dibunuh? Bukankah itu manusia sama dengan masyarakat," ujar Lukas.

"Dua ini bagaimana, TNI mati, masyarakat mati ini tidak bagus," imbuhnya.

Lebih lanjut, Juru Bicara Pemprov Papua Muhammad Rifa'i Darus menjelaskan Lukas tak menginginkan korban baru berjatuhan, baik dari kalangan TNI maupun masyarakat adat Papua.

Menurutnya, korban berjatuhan yang begitu banyak membuat Lukas sangat sedih. Lukas juga mendukung tugas pemerintah dan penegakan hukum di tanah Papua, termasuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM 2019 dan konflik terkait Blok Wabu.

"Perasaan tentang banyaknya korban yang meninggal di Papua baik dari TNI maupun masyarakat adat membuat beliau sangat pedih," kata Rifa'i.

(iam/chri)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER