Patuhi Putusan PN Surabaya, Dukcapil Catat Akta Pernikahan Beda Agama

Dika Kardi | CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 20:43 WIB
Kadispendukcapil Surabaya mengatakan pencatatan akta perkawinan beda agama itu dilakukan pihaknya menindaklanjuti putusan PN Surabaya. Ilustrasi. Kadispendukcapil Surabaya mengatakan pencatatan akta perkawinan beda agama itu dilakukan pihaknya menindaklanjuti putusan PN Surabaya. (iStock/saiva)
Surabaya, CNN Indonesia --

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Jawa Timur, akhirnya mencatatkan permohonan akta perkawinan sepasang suami istri beda agama, usai mendapatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan pencatatan itu dilakukan 9 Juni 2022. Ia menyebut salah satu syarat pencatatan nikah beda agama adalah putusan dari pengadilan.

"Jadi ketika ada permohonan akta perkawinan non muslim yang seagama ke Dispendukcapil, langsung bisa kami proses. Tapi untuk permohonannya beda agama, kita mengikuti aturan di UU, yakni membutuhkan syarat penetapan pengadilan," kata Agus Sonhaji, Rabu (23/6).

Dia menjelaskan pada Pasal 35 huruf a UU No 23 Tahun 2006 disebutkan, pencatatan akta perkawinan dapat dilakukan apabila ada penetapan dari pengadilan.


Artinya, akta perkawinan itu dikeluarkan Dispendukcapil karena pihak pemohon sudah melengkapi dengan adanya putusan dari pengadilan.

"Karena permohonan akta perkawinan pasutri beda agama itu sudah mencukupi ketentuan persyaratan yang berlaku di Undang-undang, maka permohonan itu kami proses," ujar dia.

Agus menyebut langkah menerbitkan akta perkawinan sudah menjadi tugas dan kewajiban Dispendukcapil. Hal itu termasuk, sambungnya, apabila pengajuan akta perkawinan beda agama itu sudah ada keputusan atau penetapan hakim di pengadilan.

"Sehingga kita melaksanakan perintah putusan pengadilan dan kita terbitkan [akta perkawinan] tanggal 9 Juni tahun 2022," ujar Agus.

Ia pun menekankan bahwa yang mengesahkan perkawinan agama bukanlah Dispendukcapil, termasuk pula terkait dengan pengesahan perkawinan beda agama.

"Jadi, Dispendukcapil hanya bertugas mencatatkan dan mengeluarkan akta perkawinan," ucapnya.

Pencatatan Perdana

Agus menyebut selama ia menjabat sebagai Kadispendukcapil Surabaya, ini baru pertama kalinya ada pernikahan beda agama yang dicatat secara resmi. Sementara permohonan nikah beda agama lain, biasanya dicatatkan dengan mengikuti agama salah satu pengantin.

"Selama saya disini (tiga tahun menjadi Kadispendukcapil Surabaya) ini baru pertama kali. Kebanyakan ikut agama salah satu," ujarnya.

Sebagai informasi, perkara ini bermula ketika RA--calon pengantin pria yang beragama Islam-- bersama calon pengantin wanita yang beragama Kristen, EDS, ingin mendaftarkan pernikahan mereka ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Namun, kala itu berkas mereka ditolak pihak Disdukcapil Surabaya.

Keduanya lalu mengajukan permohonan pernikahan beda agama ke PN Surabaya 13 April 2022 lalu. Kemudian permohonan mereka dikabulkan pada 26 April 2022. Putusan pengadilan itu tercantum pada penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby.

"Mengabulkan Permohonan Para Pemohon; Memberikan izin kepada Para Pemohon untuk melangsungkan perkawinan beda agama di hadapan Pejabat Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotamadya Surabaya," kata Hakim Imam Supriyadi.

(frd/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER