Anies Klaim Formula E Jakarta Terbaik, Ungkit Studi Dampak Ekonomi
CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jun 2022 03:53 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di podium Formula E Jakarta, Ancol, 4 Juni 2022.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mempertanyakan dasar perhitungan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) soal ajang Formula E memberi dampak ekonomi sebesar Rp2,63 triliun ke ibu kota. Menurut Gilbert hitung-hitungan Indef tidak memiliki dasar.
"Saya tidak melihat dasar perhitungan Indef dalam hal ini. Juga terlihat aneh, karena banyak keuntungan tak terukur (intangible)," kata Gilbert saat dihubungi, Jumat (24/6).
Menurut Gilbert hitung-hitungan dari Indef berbeda dari laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Berdasarkan laporan BPK, dampak ekonomi penyelenggaraan Formula E diperkirakan hanya mencapai 78,3 juta poundsterling atau Rp1,2 triliun per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai itu tercantum dalam studi kelayakan atau feasibility studies atas dampak ekonomi ajang balap mobil listrik yang dibuat SMG Insight.
"Makin aneh, karena saya melihat BPK menghitung Rp1,2 triliun Dan Indef Rp2,6 triliun. Keduanya bikin bingung," ujar Gilbert.
"Jelas sekarang biaya yang keluar Rp560 miliar dan Rp90,7 miliar tambahan terbaru dan Rp170 miliar untuk pembangunan sirkuit, sehingga total Rp840,7 miliar," paparnya menambahkan.
Sementara, kata dia, jika dilihat dari pemasukan tiket maka diperkirakan didapat sekitar Rp10 miliar. Menurutnya masih ada kebutuhan untuk menutupi Rp830 miliar lainnya.
"Lalu komponen apa yang bisa menutupi sisa Rp830 miliar? Aneh ada sponsor yang mau menutupi tanpa konsesi," jelasnya.
Oleh karena itu, Gilbert menanti pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku panitia Formul E untuk buka-bukaan masalah ini.
"Mereka (Jakpro) saya baca masih menunggu hasil audit. Semoga auditornya mau bekerja benar," paparnya.
Sebelumnya Indef menyebut ajang Formula E yang digelar di DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah memberikan dampak ekonomi Rp2,638 triliun ke ibu kota.
Jumlah tersebut terdiri atas dampak terhadap PDRB DKI Jakarta sebesar Rp 2,041 triliun dan dampak langsung sebesar Rp597 miliar. Dampak ekonomi langsung tidak hanya dilihat dari satu hari penyelenggaraan, tetapi dari awal persiapan ajang.
Jika dirinci, dampak langsung gelaran tersebut terdiri dari alokasi capex (belanja modal) gelaran tersebut mencapai Rp213 miliar dan alokasi opex (belanja operasional) sebesar Rp112 miliar.
Kemudian, commitment fee event sebesar Rp219 miliar, pembelian tiket dan pengeluaran pengunjung sebesar Rp52,4 miliar. Lalu, transaksi pengunjung UMKM sebesar Rp4,54 miliar.
Penyelenggaraan Jakarta E-Prix juga berdampak pada peningkatan kerja ekonomi sektoral Jakarta dengan peningkatan paling tinggi pada sektor rekreasi dan jasa lainnya sebesar 0,4 persen.
Kemudian sektor komunikasi (0,313 persen), jasa bisnis (0,303 persen), komputer dan elektronik (0,214 persen) dan transportasi udara dan darat (0,208 persen).
Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut perhelatan Formula E Jakartayang digelar 4 Juni kemarin merupakan yang terbaik di dunia.
"Dunia internasional pun menyadari dan melihat langsung bahwa kami, bangsa Indonesia, bisa sanggup untuk menyelenggarakan event global setara bahkan terbaik di antara Formula E yang pernah ada," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).
Anies mengatakan berdasarkan studi yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finances (Indef), Formula E memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dari hasil studi Indef, gelaran Formula E Jakarta ternyata memberikan dampak ekonomi total sebesar Rp2,638 triliun.
"Ini adalah angka yang cukup tinggi dan ikut meningkatkan pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Jakarta sebesar 0,1 persen," ujarnya.
Tidak hanya itu, Anies juga mengungkapkan dari data Indef menunjukkan sebanyak 92 persen pengunjung secara umum mengaku puas dengan gelaran Formula E lalu.
Menurut Anies hal itu menunjukkan bahwa seluruh tim dan panitia yang menyiapkan acara tersebut sudah bekerja dengan baik.
"Angka yang sangat baik. Menunjukkan bahwa kerja keras, perencanaan, menjadi kunci dan hasil ini membuat kita merasa bersyukur dan yakin insyaallah menjadi bekal yang baik untuk penyelenggaraan di waktu-waktu yang akan datang," kata dia.
Menurut Anies pernyataan Formula E Jakarta terbaik di dunia bukan sekadar klaim semata. Ia mengatakan hal ini sudah diakui Co-Founder Formula E Operation (FEO) Alberto Longo.
"Dia menyebut kalau bisa melihat, satu dari eksposur, kedua adalah treknya sendiri, dan penyelenggaraannya sendiri yang merupakan salah satu trek yang para pembalapnya menyampaikan, mereka sangat hormat atas hasil yang kita miliki," ujar Anies.
"Bisa dibilang tidak ada keluhan. lalu exposure media yang sangat tinggi, baik domestik maupun internasional," imbuhnya.
Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni juga menjelaskan soal indikator keberhasilan ajang balap mobil listrik tersebut. Menurut dia faktor-faktor seperti sirkuit dan jumlah penonton membuat Formula E di Jakarta menjadi yang terbaik di antara kota-kota dunia lainnya
"Yang pertama adalah sirkuit, kedua penyelenggaraan yang cukup banyak penontonnya. Di dunia, Formula E ini adalah yang pertama penontonnya terbanyak, baik dari penonton streaming maupun secara fisik penontonnya ada," jelas Sahroni.
Sementara, soal sirkuit, menurut Sahroni para pembalap mobil listrik yang menyatakan Formula E Jakarta yang terbaik.
"Pembalapnya yang mengatakan bahwa sirkuit ini adalah yang terbaik dalam pelaksanaan Formula E selama delapan tahun. Dia tidak komplain masalah aspalnya, tidak komplain masalah lain, tapi sirkuitnya benar-benar menjadikan balapan sangat menarik," ujar anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta III tersebut.
Baca halaman selanjutnya, ada suara dari PDIP di DPRD DKI.
PDIP Kritisi Riset Indef soal Dampak Ekonomi Formula E Jakarta
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di podium Formula E Jakarta, Ancol, 4 Juni 2022.(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak mempertanyakan dasar perhitungan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) soal ajang Formula E memberi dampak ekonomi sebesar Rp2,63 triliun ke ibu kota. Menurut Gilbert hitung-hitungan Indef tidak memiliki dasar.
"Saya tidak melihat dasar perhitungan Indef dalam hal ini. Juga terlihat aneh, karena banyak keuntungan tak terukur (intangible)," kata Gilbert saat dihubungi, Jumat (24/6).
Menurut Gilbert hitung-hitungan dari Indef berbeda dari laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Berdasarkan laporan BPK, dampak ekonomi penyelenggaraan Formula E diperkirakan hanya mencapai 78,3 juta poundsterling atau Rp1,2 triliun per tahun.
Nilai itu tercantum dalam studi kelayakan atau feasibility studies atas dampak ekonomi ajang balap mobil listrik yang dibuat SMG Insight.
"Makin aneh, karena saya melihat BPK menghitung Rp1,2 triliun Dan Indef Rp2,6 triliun. Keduanya bikin bingung," ujar Gilbert.
"Jelas sekarang biaya yang keluar Rp560 miliar dan Rp90,7 miliar tambahan terbaru dan Rp170 miliar untuk pembangunan sirkuit, sehingga total Rp840,7 miliar," paparnya menambahkan.
Sementara, kata dia, jika dilihat dari pemasukan tiket maka diperkirakan didapat sekitar Rp10 miliar. Menurutnya masih ada kebutuhan untuk menutupi Rp830 miliar lainnya.
"Lalu komponen apa yang bisa menutupi sisa Rp830 miliar? Aneh ada sponsor yang mau menutupi tanpa konsesi," jelasnya.
Oleh karena itu, Gilbert menanti pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku panitia Formul E untuk buka-bukaan masalah ini.
"Mereka (Jakpro) saya baca masih menunggu hasil audit. Semoga auditornya mau bekerja benar," paparnya.
Sebelumnya Indef menyebut ajang Formula E yang digelar di DKI Jakarta beberapa waktu lalu telah memberikan dampak ekonomi Rp2,638 triliun ke ibu kota.
Jumlah tersebut terdiri atas dampak terhadap PDRB DKI Jakarta sebesar Rp 2,041 triliun dan dampak langsung sebesar Rp597 miliar. Dampak ekonomi langsung tidak hanya dilihat dari satu hari penyelenggaraan, tetapi dari awal persiapan ajang.
Jika dirinci, dampak langsung gelaran tersebut terdiri dari alokasi capex (belanja modal) gelaran tersebut mencapai Rp213 miliar dan alokasi opex (belanja operasional) sebesar Rp112 miliar.
Kemudian, commitment fee event sebesar Rp219 miliar, pembelian tiket dan pengeluaran pengunjung sebesar Rp52,4 miliar. Lalu, transaksi pengunjung UMKM sebesar Rp4,54 miliar.
Penyelenggaraan Jakarta E-Prix juga berdampak pada peningkatan kerja ekonomi sektoral Jakarta dengan peningkatan paling tinggi pada sektor rekreasi dan jasa lainnya sebesar 0,4 persen.
Kemudian sektor komunikasi (0,313 persen), jasa bisnis (0,303 persen), komputer dan elektronik (0,214 persen) dan transportasi udara dan darat (0,208 persen).