Imbas Temuan Kasus PMK, Bali Lockdown Pengiriman Sapi

CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2022 20:59 WIB
Pemprov mengklaim stok sapi di Bali terutama bagi Hari Raya Idhuladha sangat mencukupi dan tidak kekurangan. Ilustrasi hewan ternak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melakukan lockdown aktivitas pengiriman hewan ternak ke luar Bali imbas ditemukan puluhan ekor sapi positif penyakit kuku dan mulut (PMK) di sejumlah wilayah di Bali.

"Kita mulai hari sudah lokcdown. Tidak boleh (pengiriman hewan ternak ke luar Bali) dan sudah ada surat dari kementerian. Kita lockdown dulu," kata Dr I Wayan Sunada selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali saat ditemui di ruangan kerjanya, di Denpasar, Bali, Sabtu (2/7).

Selain me-lockdown aktivitas pengiriman sapi, pihaknya juga akan menutup akses hewan ternak di sekitar wilayah yang terdampak PMK agar wabah tersebut tidak menyebar ke wilayah lainnya.

Namun, di tempat lain di wilayah Bali yang masih bebas PMK, para pertenak masih bisa melakukan aktivitas pengiriman hewan ternak di wilayah Bali.

"Kita lockdown pergerakan ternak di situ (terdampak wabah PKM) tidak boleh dan yang di tempat-tempat lain kan masih bersih (itu boleh)," imbuhnya.

Ia juga menyatakan, untuk stok sapi di Bali terutama bagi Hari Raya Idhuladha sangat mencukupi dan tidak kekurangan dan saat ini disiapkan 6 ribu ekor untuk kebutuhan konsumsi daging sapi.

"Kita punya kuota sapi 60 ribu per tahun. Baru terserap di catur wulan pertama, kita pasang itu 20 ribu. Artinya, ternak 60 ribu dibawa keluar, 60 ribu per tahun untuk di luar Bali untuk kebutuhan di daerah sendiri lebih cukup. Yang masih sisa kuota 6 ribuan dan cukup banget," ungkapnya.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2022 atau sebelum ditemukan wabah PMK sudah ada 46 ribu ekor sapi dikirim ke luar Bali. Yaitu, ke Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pengiriman sapi akan kembali dilakukan keluar Bali setelah Bali bebas PMK.

"Kita bekerja dulu, kita optimis, kita buat Bali menjadi hijau kembali, kita bersihkan dulu. Kalau (bebas PMK) baru kita minta arahan pimpinan lagi. Kita kerja keras untuk membebaskan Bali dari PMK," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, Pulau Bali yang sempat dinyatakan bebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK), akhirnya dinyatakan positif terjangkit PMK dan untuk sementara dari hasil pemeriksaan laboratorium sudah 63 ekor sapi yang positif PMK di Bali.

"PMK sudah masuk ke Bali. Hanya ada 63 kasus," kata Wayan.

Puluhan ekor sapi yang positif PMK tersebar di tiga Kabupaten di Pulau Bali pertama ada di Kabupaten Gianyar, ada 38 kasus, Kabupaten Buleleng 21 kasus dan Kabupaten karangasem ada 4 kasus.



(kdf/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER