Polisi: Tak Ada Komplain dari JKT48, Manajemen Anggap Bukan Pelecehan

CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 09:43 WIB
Polisi menyatakan pihak manajemen menganggap tak ada pelecehan yang menimpa member JKT48 saat konser di The Park Mall, Sukoharjo. Polisi menyatakan pihak manajemen menganggap tak ada pelecehan yang menimpa member JKT48 saat konser di The Park Mall, Sukoharjo. Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengatakan bahwa pihak manajemen menilai peristiwa yang menimpa member JKT48 saat mengadakan konser di The Park Mall, Sukoharjo, Jawa Tengah bukan merupakan sebuah pelecehan seksual.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho menyebutkan keterangan itu didapat penyidik saat memeriksa penanggung jawab kegiatan konser tersebut pada Minggu (3/7).

"Terkait adanya informasi telah terjadi pelecehan pada acara tersebut, bapak TAM (inisial) selaku penanggung jawab menjelaskan bahwa tidak ada permasalahan pelecehan terhadap personel artis JKT48 maupun permasalahan lainnya," kata Wahyu saat dihubungi, Senin (4/7).

Menurutnya panitia menilai bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Wahyu menjelaskan bahwa artis dari JKT48 pun tidak memberikan komplain dan pelaporan atas peristiwa itu ke kepolisian.

Wahyu menjelaskan bahwa klarifikasi itu dilakukan usai ada video TikTok di media sosial yang melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap personel dalam konser tersebut.

Meski demikian, Wahyu belum menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian yang digali oleh polisi selama klarifikasi tersebut.

Dia hanya dapat memastikan bahwa kegiatan yang terlaksana merupakan rangkaian tur ke-6 yang dilakukan JKT48 setelah beberapa tahun vakum lantaran pandemi Covid-19.

"Sifatnya baru penyelidikan atau klarifikasi. Karena delik aduan tidak bisa dilakukan penyidikan tanpa laporan dari korban," ucapnya.

Dalam hal ini, kepolisian merujuk pada Pasal 6 huruf a Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Dimana, pelaku kejahatan pelecehan seksual dapat dipidana.

Aturan tersebut merupakan delik aduan yang dapat diproses lebih lanjut apabila orang yang merasa dirugikan atau menjadi korban melapor.

"Merupakan delik aduan, kecuali korban penyandang disabilitas atau anak. Sementara personel JKT48 tergolong dewasa," jelas dia.

Sementara, melalui akun @JKT48TOUR pihak penyelenggara kegiatan memberikan klarifikasi bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan kondusif hingga akhir acara.

Mereka pun menjelaskan bahwa tidak ada pelecehan seksual yang dialami oleh membernya di rangkaian kegiatan tersebut. Panitia menjelaskan bahwa para member hanya mendapatkan antusiasme para fans yang luar biasa ketika akan mengarah ke belakang panggung (backstage).

"Memang dibenarkan adanya antusiasme luar biasa dari fans yang hendak menyapa member ketika sedang berjalan menuju ke arah backstage, tetapi kejadian tersebut ditanggapi dengan sigap oleh tim keamanan," tulis akun tersebut mengklarifikasi dugaan pelecehan member JKT48.

(mjo/gil)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER