Mayjen (Purn) Achmad Marzuki Dilantik Jadi Pj Gubernur Aceh Hari Ini

CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 07:07 WIB
Pelantikan Achmad Marzuki sebagai Penjabat Gubernur Aceh digelar di Kantor DPRA Aceh. Achmad Marzuki disebut sudah pensiun dari dinas TNI. Mayjen (Purn) Achmad Marzuki akan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Aceh. (Sandi Yosanto via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mendagri Tito Karnavian akan melantik Mayjen (Purn) Achmad Marzuki sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) hari ini, Rabu (5/7).

"Yang akan dilantik oleh Mendagri berdasarkan Keppres untuk menjadi Penjabat Gubernur Aceh adalah Bapak Mayjen TNI Ahmad Marzuki," kata Stafsus Mendagri Kastorius Sinaga, Senin (4/7) malam lalu.

Kasto mengakui bahwa Achmad baru dilantik sebagai Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa pada Senin (4/7). Artinya, Achmad baru dua hari menjadi Staf Ahli Mendagri. Namun ia memastikan Achmad sudah pensiun sebagai prajurit TNI.

"Iya benar. Bapak Achmad Marzuki sudah pensiun dari TNI. Beliau bukan Jenderal TNI aktif. Namun sudah purnawirawan," kata Kasto.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benni Irwan mengatakan bahwa Achmad baru pensiun sebagai prajurit TNI pada 1 Juli lalu. Artinya, Ia pensiun kurang dari sepekan sebelum diangkat sebagai Penjabat Gubernur Aceh.

"Surat usulan pemberhentian disampaikan panglima ke presiden ditandatangani 1 Juli 2022," kata Benni.

Saat aktif di TNI Achmad adalah prajurit TNI AD. Pria kelahiran Bandung 24 Februari 1967 itu sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas.

Achmad mendapatkan pangkat Mayjen atau bintang dua ketika menjabat sebagai Pangdivif 3/Kostrad periode 2018-2020.

Selanjutnya, Ia menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda pada 2020 lalu. Artinya, Ia sudah berpengalaman memimpin prajurit TNI AD di Aceh. Ia kemudian dimutasi sebagai Aster Kasad pada 2021-2022.

Masa jabatan Gubernur Aceh Nova Iriansyah sendiri berakhir pada Selasa 5 Juli lalu. Berdasarkan aturan berlaku pemerintah membutuhkan penjabat gubernur agar tak terjadi kekosongan kepemimpinan di kawasan berjuluk Serambi Makkah tersebut. Pemilihan gubernur Aceh akan diselenggarakan pada 2024 berbarengan dengan Pilpres dan Pileg.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER