Komnas Perempuan: Ada Indikasi Kekerasan Seksual Dialami Istri Sambo

CNN Indonesia
Jumat, 15 Jul 2022 15:42 WIB
Komnas Perempuan mengidentifikasi ada indikasi kekerasan seksual dialami oleh Istri Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo berinisial P. Komnas Perempuan mengidentifikasi ada indikasi kekerasan seksual dialami oleh Istri Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo berinisial P. (Arsip Istimewa via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komnas Perempuan mengidentifikasi ada indikasi kekerasan seksual dialami oleh Istri Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo berinisial P yang berujung pada insiden penembakan Brigadir J.

Hal itu disimpulkan usai Komnas Perempuan mendengarkan keterangan dari pihak penyidik dan psikolog terkait pelaporan P, Rabu (13/7) lalu.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh itu, Komnas Perempuan mengidentifikasi adanya indikasi kasus kekerasan seksual yang dialami oleh P," bunyi keterangan resmi dari Komnas Perempuan, Jumat (15/7).

Komnas Perempuan mengatakan kondisi P masih dalam keadaan terguncang. P dinilai membutuhkan pendampingan lanjutan untuk membantu proses pemulihan dan dapat mengikuti proses hukum berikutnya.

"Kondisi pelapor/korban diperburuk dengan publikasi baik melalui media maupun media sosial yang menyangsikan pengalaman dan menyudutkan pelapor/korban," kata Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan mengaku masih perlu melakukan pendalaman kasus dugaan tindak kekerasan seksual yang dialami P tersebut. Hal itu diperlukan agar mengenali lebih utuh tindak kekerasan seksual yang terjadi dan mengenali kebutuhan pemulihan bagi pelapor/korban.

Komnas Perempuan juga menegaskan upaya pemulihan kondisi P penting dalam posisinya sebagai saksi pada peristiwa penembakan.

"Ini menjadi bagian yang integral dalam penyelenggaraan pemenuhan hak bagi perempuan berhadapan dengan hukum," ucap Komnas Perempuan.

Melihat itu, Komnas Perempuan meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan Komnas HAM terkait insiden penembakan. Komnas Perempuan juga mendukung upaya pengungkapan dan penegakan peristiwa penembakan.

Nantinya, Komnas Perempuan akan ikut berkomunikasi dan berkoordinasi untuk memberikan asistensi kepada pihak Kepolisian maupun Komnas HAM.

"Ini untuk memastikan proses penyelidikan memperhatikan kerentanan khas dan dampak peristiwa berbasis gender bagi perempuan berhadapan dengan hukum, sebagai saksi juga korban," kata Komnas Perempuan.

Sebagai informasi, Brigadir J tewas dalam insiden saling tembak antara sesama polisi Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Peristiwa itu baru terungkap pada Senin (11/7).

Baik Brigadir J maupun Bharada E merupakan ajudan Ferdy. Brigadir J bertugas sebagai sopir istri Sambo, sementara Bharada E bertugas melindungi keluarga Sambo.

Insiden penembakan itu diklaim polisi awalnya bermula dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo. Polisi mengatakan Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sementara tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas.

Dalam insiden itu, keluarga Brigadir J mengungkapkan banyak kejanggalan. Keluarga tidak hanya melihat luka tembak, tetapi juga sayatan dan jari putus. Selain itu, keluarga tak diizinkan melihat CCTV.

(rzr/isn)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER