Jejak Penyaluran Beras Bansos hingga Berakhir Dikubur di Depok

CNN Indonesia
Rabu, 03 Agu 2022 07:15 WIB
Kemensos mengungkap jejak penyaluran beras bantuan sosial (bansos) yang ditemukan dikubur di Kampung Serab, Depok, Jawa Barat. Kondisi barang yang diduga bansos presiden yang dikubur di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Minggu, 31 Juli 2022. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap jejak penyaluran beras bantuan sosial (bansos) yang ditemukan dikubur di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemensos RI Dadang Iskandar mengatakan berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, beras tersebut disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Ada bantuan presiden (banpres) sebanyak dua tahap. Ada bansos beras untuk 1,9 juta penerima se-Jabodetabek, ada bantuan beras untuk 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tapi berasnya yang 10 juta itu sebanyak 15kg. Itu untuk seluruh Indonesia. Pelaksana bantuan itu adalah PT DNR dan PT BGR," kata Dadang di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (2/8).

Pihaknya mengaku tak tahu ihwal distributor dari Bulog. Kendati demikian, ia mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak Bulog, penyaluran tersebut dilakukan oleh SSI.

"Tapi di lapangan kami mendapatkan data bahwa pihak JNE mendapat tugas dari DNR. Jadi ini data kami sudah ada dapat laporan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak JNE, lanjutnya, diketahui JNE bekerjasama atau berkontrak dengan PT DNR untuk menyalurkan bantuan sosial berupa beras.

Kemudian, atas izin PT DNR pihak JNE mengambil beras dari Perum Bulog yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur. Selanjutnya, JNE menyalurkan beras tersebut ke masyarakat.

"Dalam pelaksanaan penyaluran diakui terdapat beras yang rusak disebabkan oleh hujan. Namun pihak JNE telah bertanggungjawab dengan membeli kembali beras yang sama kepada perum Bulog, lalu menyalurkannya kembali kepada keluarga sesuai dengan daftar nama penerima," tutur Dadang

Dadang berujar, karena JNE telah membayar dan mengganti beras bansos itu, maka menjadi kewenangan JNE untuk melakukan pemusnahan beras yang rusak tersebut.

"Selanjutnya JNE segera memberikan keterangan tertulis terkait dengan kasus ini dan mengirimkan data-data terkait bantuan yang rusak dan telah diganti serta akan disampaikan ke Satreskrim Polres Metro Depok serta Kemensos," ujarnya.

Dadang menyebut, pernyataan tersebut didapatkan dari pihak JNE. Namun, ketika pihaknya hendak melakukan konfirmasi, JNE belum bisa ditemui.

"Jadi kondisinya terkait dengan beras ini sebenarnya pihak JNE sendiri yang sudah bertanggungjawab sebenarnya," katanya.

Sebelumnya, warga menemukan beras Bansos Presiden ditimbun di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok. Timbunan itu terungkap usai ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian dengan alat berat.

Polisi mengungkap total beras bansos yang dikubur mencapai 3.675 kilogram. Total beras tersebut terbagi dalam 289 karung beras dengan ukuran 5, 10, dan 20 kilogram.

"Atau setara dengan 139 KPM, Keluarga Penerima Manfaat," kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/8).

(lna/isn)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER