Dishub Tambah Petugas dan Buka Pos Pengaduan Cegah Pelecehan di Angkot

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 04:50 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sudah melakukan tiga tahapan untuk mencegah pelecehan seksual di transportasi umum. Ilustrasi penumpang transportasi umum (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sudah melakukan tiga tahapan untuk mencegah pelecehan seksual di transportasi umum.

Hal ini merespons maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di transportasi umum beberapa waktu terakhir.

Tahapan pertama, yakni dengan menggelar kampanye stop pelecehan seksual. Salah satu kampanye dilakukan di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (5/8).

"Kita harapkan dengan kampanye ini ada kesadaran masyarakat untuk melapor jika terjadi pelecehan seksual, baik itu korban maupun saksi," kata Syafrin.

Menurut Syafrin pihaknya sudah menyediakan tempat pengaduan itu dengan membangun Pos Sahabat Anak dan Perempuan (Pos SAPA) di seluruh layanan Transjakarta, MRT, dan LRT.

Ia melanjutkan tahapan kedua yakni dengan menyiapkan petugas layanan bus. Ke depan, Transjakarta bakal menambah 1.801 personel untuk mencegah kasus pelecehan seksual.

Kemudian, tahapan ketiga adalah dengan mendorong korban atau saksi melaporkan kejadian tersebut ke petugas.

"Artinya melakukan pemasangan informasi kanal nomor aduan, tentu itu akan memberikan jaminan kepada setiap korban ataupun saksi untuk melaporkan," ujar dia.

"Dan dijamin bahwa identitas pelapor itu akan dijaga dan tidak akan dipublikasikan, sehingga keamanan dan keselamatannya dapat terjamin," imbuh Syafrin.

Syafrin mengatakan, pihaknya mencatat kasus pelecehan seksual di transportasi umum terbanyak terjadi pada 2019 dengan 28 kasus. Sementara, untuk tahun ini pihaknya mencatat sudah sembilan kasus sejak Januari hingga Agustus.

(dmi/isn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER