RK-Anies Bahas Demokrasi, Singgung Singapura Lebih Maju dari Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 19:37 WIB
Ridwan Kamil dan Anies Baswedan sama-sama menyoroti tatanan demokrasi Indonesia yang telah berlaku sejak lama. Namun negara tetangga justru lebih maju. Anies Baswedan dan Ridwan Kamil bicara tentang demokrasi di Indonesia dan negara tetangga yang kini lebih maju dari segi perekonomian (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mempertanyakan demokrasi yang diterapkan Indonesia selama ini. Menurutnya, tak salah jika semua pihak juga turut mempertanyakan.

Ridwan Kamil bicara demikian seraya membandingkan Singapura dan Korea Selatan yang kini lebih maju. Padahal, Indonesia merdeka lebih dahulu.

"Jadi ada pertanyaan kita merdeka lebih dulu, kenapa kesejahteraan tidak setara seperti negara-negara yang disebut. Jangan-jangan demokrasi yang kita pilih ini banyak kesalahan," kata dia di acara Forum Pemred, Jumat (5/8).

Orang yang akrab disapa Emil itu mengatakan bahwa saat ini ekonomi Singapura sudah sangat maju. Begitu juga China dan Korea Selatan. Berbeda jauh dengan Indonesia.

"Singapura yang merdekanya '65 sudah hampir US$60 ribu per kapitanya, Korsel '48 merdekanya GDP sudah di US$30rb, Jepang US$40 ribu," kata dia.

"Oleh karena itu kita harus ada refleksi jangan-jangan demokrasi yang kita putuskan oleh KPU dan UU itu perlu dikunjungi lagi?" tambahnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap pemerintah membutuhkan kepercayaan dari publik. Menurutnya itu penting.

Menurutnya, demokrasi bisa berjalan dengan baik jika aspirasi tiap orang bisa disalurkan dan diperdebatkan dengan setara.

"Kalau dalam menurunkan fear sudah terbukti, apalagi sosial media. Sosial media itu efektif di dalam menghilangkan rasa takut sehingga rezim-rezim itu bertumbangan, tapi untuk membuat demokrasi ini bertahan, kita membutuhkan trust," kata Anies.

"Artinya bahwa kebijakan yang dihasilkan meningkatkan kesejahteraan, menghasilkan keadilan, itulah delivery demokrasi. Ini membutuhkan trust," tambahnya.

Anies mengatakan demokrasi bisa bertahan dalam suatu negara jika ada persatuan antar berbagai elemen. Ia pun menyinggung yang dimaksud bukan persatuan berdasar kesamaan asal-usul, melainkan kesamaan tujuan.

"Kita harus ingat yang dipersatukan adalah tujuannya, bukan asal-usulnya. Akhir-akhir ini kalau kita bicara tentang bersatu, kita mau menyatukan asal-usul. Padahal sesungguhnya asal-usul tidak bisa dipersatukan, yang dipersatukan adalah tujuan kita bersama di situlah letak persatuan kita," kata Anies.

Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang juga hadir di acara justru teringat ketika duduk bersama berdebat melawan Anies di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

AHY menyampaikan bahwa hal itu menunjukkan keunikan demokrasi di Indonesia. Meski sempat berkompetisi, namun juga waktu untuk berdiskusi.

"Itulah indahnya demokrasi kita. Ada saatnya berkompetisi, ada saatnya berdiskusi. Dan lebih banyak ruang dialog kita untuk membangun negeri," katanya.

(cfd/thr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER