Besok, PN Makassar Lantik 4 Hakim Ad Hoc Pengadilan Kasus HAM Paniai

CNN Indonesia
Kamis, 08 Sep 2022 23:02 WIB
Para hakim ad hoc yang bakal dilantik di antaranya eks komisioner Komnas HAM hingga dosen. Ilustrasi. PN Makassar akan melantik empat hakim ad hoc untuk sidang kasus pelanggaran HAM berat Paniai, Papua. (Foto: Istockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Negeri (PN) Makassar akan melantik empat hakim ad hoc untuk sidang kasus pelanggaran HAM berat Paniai, Papua, pada Jumat (9/9) besok. Mereka akan dilantik oleh Ketua PN Makassar.

"Dilantik di Pengadilan Negeri Makassar besok," kata Sabali kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/9).

Sabali menjelaskan setelah empat hakim itu dilantik, PN Makassar juga akan menentukan dua hakim karier yang akan mengampu pengadilan HAM berat itu.

Sesuai amanat Undang-undang Pengadilan HAM Nomor 26 Tahun 2000, pemeriksaan perkara pelanggaran HAM berat dilakukan majelis hakim Pengadilan HAM yang berjumlah lima orang, terdiri atas 2 orang hakim pada pengadilan HAM dan 3 orang hakim ad hoc.

Setelah itu, PN Makassar akan menetapkan majelis hakim. Setelah semua terpilih, maka akan ditetapkan jadwal persidangan untuk kasus HAM berat Paniai.

Adapun hakim ad hoc untuk pengadilan HAM tingkat pertama yang akan dilantik adalah sebagai berikut.

1. Siti Noor Laila (mantan komisioner Komnas HAM)

2. Robert Pasaribu (aparatur sipil negara)

3. Sofi Rahmadewi (dosen)

4. Anselmus Aldrin Rangga Masiku (advokat)

Adapun sidang ad hoc pelanggaran HAM berat Paniai, Papua ditargetkan digelar pada pertengahan September bulan ini. Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro menyatakan target itu menyusul keluarnya surat keputusan presiden (Keppres) terkait pengangkatan hakim ad hoc.

"Keppres hakim ad hoc HAM memang sudah turun dan kami sudah terima. Diharapkan persidangannya dimulai paling lambat pertengahan bulan Septeber ini," kata Andi kepada wartawan, Rabu (7/9).

(yla/tsa)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER