Perempuan Dipukuli Polwan di Pekanbaru Dipolisikan Balik soal UU ITE

Dika Kardi | CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 17:36 WIB
Perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan seorang polwan di Pekanbaru, Riau, mengaku kaget dipolisikan balik pakai jeratan UU ITE. Ilustrasi korban penyekapan. (Pixabay/sammisreachers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Riri Aprilia, 27, seorang perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan seorang polwan di Pekanbaru, Riau, dilaporkan balik ke kepolisian terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

Riri pun mengaku kaget dirinya selaku korban itu dipolisikan balik pakai jeratan UU ITE.

"Soal laporan ITE belum ada panggilan dari krimum, krimsus atau apa belum ada. Saya juga tak tahu pelapor yang mana, videonya apa," kata Riri, Selasa (27/9).

Riri mengaku mendapat kabar laporan ITE terkait penyebaran video pornografi. Dia justru heran siapa yang menyebarkan atau mendistribusikannya.

"Intinya tak ada melakukan (sebar video). Riri tidak ada menyebarkan video apa pun dan HP juga sudah lama tak di tangan Riri," katanya.

Riri tidak membantah adanya ponsel lain yang tidak dalam genggamannya, karena disita polwan yakni Brigadir IR sejak tiga bulan lalu saat ada masalah dengan keluarga kekasihnya itu.

"Handphone saya itu sama dia (Brigadir IR) mulai dari password, gmail dan email sudah sejak tiga bulan lalu. Juni awal itu ada terkait cinta juga dan disuruh buat surat pernyataan sama dia," katanya.

Sebelumnya, Riri yang disekap dan dipukuli polwan Brigadir IR dilaporkan ke Polda Riau. Riri dilaporkan terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Benar, ada laporan kita terima terkait ITE yang dilaporkan seorang wanita. Terlapor yaitu RAK," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto kemarin.

Sunarto mengatakan laporan diterima pada Jumat (23/9) pekan lalu. Laporan pelanggaran UU ITE itu, kata Sunarto, telah ditangani Ditreskrimsus Polda Riau tanpa menjelaskan lebih detail.

"Intinya terkait ITE, sudah ditangani oleh Ditreskrimsus. Nanti akan ditelaah dulu soal laporannya, baru periksa saksi-saksi," kata Sunarto.

Baca berita lengkap di sini.

(tim/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER