Penjagaan Ferdy Sambo oleh Brimob di Kejagung Halangi Kerja Wartawan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 15:38 WIB
Belasan anggota Brimob menjaga ketat Ferdy Sambo saat proses pelimpahan tersangka kasus pembunuhan berencana dari polisi ke Kejaksaan Agung. Pengamanan saat Ferdy Sambo tersangka pembunuhan berencana Brigadir J tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta, Oktober 2022. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belasan aparat kepolisian dari satuan Brimob menjaga ketat proses pelimpahan tersangka kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo dari polisi ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (5/10).

Penjagaan tersebut membuat awak media kesulitan mengambil gambar dan meminta keterangan Sambo. Sejumlah awak media pun melayangkan protes kepada petugas.

Berbeda dari para tersangka lain seperti Kuat Maruf dan Ricky Rizal, yang ditunjukkan di hadapan awak media. Sejak kedatangan Sambo, petugas memberi perlakuan khusus kepada mantan Kadiv Propam Polri itu.

Saat tiba di Kejagung, aparat bahkan menutup rapat Sambo dari bidikin awak media. Petugas bahkan memayungi Sambo di bawah gerimis.

Pengawalan ketat terhadap Sambo ini bertolak belakang dengan kesepakatan awal antara petugas Brimob dengan wartawan di Kejagung. Wartawan meminta Brimob tidak menghalangi proses peliputan.

Saat meninggalkan Kejagung dan telah mengenakan rompi merah Kejagung, Sambo juga dikawal ketat hingga memasuki mobil rantis untuk kembali membawa Sambo ke Rutan Bareskrim.

Para awak media mempertanyakan perlakuan khusus Kejagung dan petugas terhadap Sambo. Menurut mereka, Sambo adalah tersangka dan bukan lagi jenderal bintang dua Polri karena telah dipecat buntut kasusnya.

Polisi diketahui secara resmi telah melimpahkan berkas perkara Sambo dan istrinya dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Sambo kini resmi berada di bawah tahanan Kejagung.

Selain keduanya, ada pula tiga tersangka lain, yang merupakan mantan anak buah Sambo. Masing-masing Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer.

Proses pelimpahan juga dilakukan terhadap tujuh tersangka kasus obstruction of justice dalam kasus tersebut. Mereka yakni Ferdy Sambo, Baiquni Wibowo Chuck Putranto Arif Rahman Arifin, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto.

(thr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER