Dinamika Politik Usai NasDem Deklarasi Anies Baswedan Capres
CNN Indonesia
Kamis, 06 Okt 2022 15:03 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Anies Baswedan jadi capres Partai NasDem. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Partai NasDem telah resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10).
Namun, NasDem tak bisa sendirian mengusung Anies. Pasalnya, NasDem hanya meraih 9,05 persen suara pada Pemilu 2019.
Sementara syarat ambang batas pencalonan presiden yaitu memiliki 25 persen suara sah nasional atau 20 persen kursi di DPR. NasDem harus mencari rekan koalisi parpol lain untuk mengusung Anies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi politik Tanah Air mulai menghangat pascadeklarasi NasDem. Berikut rangkuman CNNIndonesia.com terkait berbagai peristiwa politik yang mengiringi usai Anies didukung sebagai capres.
Anies menerima mandat yang diberikan Partai NasDem. Ia pun menyatakan siap berjalan bersama NasDem untuk membangun negeri.
"Dengan mohon rida Allah SWT dan kerendahan hati, Bismillah kami terima. Kami siap jalan bersama," katanya.
Namun, Gubernur DKI Jakarta itu, mengatakan masih akan tetap fokus menjalankan tugas hingga masa jabatannya habis pada 16 Oktober 2022.
Ganjar Ikut Merespons
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sempat masuk daftar bakal capres NasDem ikut berkomentar. Menurutnya, tiap parpol punya hak untuk mengusung siapa pun.
"Ya, semua partai punya hak," kata Ganjar saat ditanya awak media di Gedung Gradhika, Jalan Pahlawan, Semarang, dikutip dari detikcom.
Jokowi Enggan Komentar
Sementara itu, Presiden Joko Widodo belum mau berkomentar. Sebab, kata Jokowi, suasana negeri tengah berduka karena insiden tragis di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (1/10).
"Saya tidak ingin berkomentar. Karena posisinya masih kita dalam suasana duka," kata Jokowi saat kunjungan ke Batang, Jawa Tengah yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin. Saat itu, Jokowi tengah kunjungan bersama Ganjar.
Di hari yang sama NasDem deklarasi Anies sebagai capres, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo jadi capres 2024.
Dukungan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie melalui konferensi pers yang digelar secara daring. Grace mengatakan Ganjar ditetapkan melalui mekanisme penjaringan Rembuk Rakyat sejak akhir Februari 2022.
PSI pun memilih putri kedua Presiden ke-5 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanuba Arifah Wahid alias Wahid sebagai cawapres untuk mendampingi Ganjar.
Kemudian, pada Selasa (4/10), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan juga mengusulkan Ganjar untuk diusung menjadi capres 2024. Usulan PPP Sulsel itu diajukan kepada Muhammad Mardiono selaku Plt Ketua Umum PPP.
Demokrat dan PKS Sambut Anies
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyambut baik keputusan Partai NasDem memilih Anies. Syaikhu menilai Anies sebagai sosok dengan rekam jejak yang baik, berjiwa nasionalis, dan memiliki kapasitas. Menurut Syaikhu, Anies juga menjadi simbol perubahan Indonesia di masa yang akan datang.
"Anies memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa dan mampu menjadi simbol perubahan untuk Indonesia di masa mendatang," kata Syaikhu dalam keterangannya, Senin.
Sementara itu, Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra turut merespons positif langkah NasDem mendukung Anies. Menurutnya, Anies sesuai dengan kriteria dan selera calon presiden Partai Demokrat, yakni punya integritas, kapabilitas, dan elektabilitas.
Adapun Demokrat dan PKS belakangan dikabarkan dekat dan tengah menjajaki koalisi. Mereka pun disebut-sebut bakal bergabung dengan NasDem untuk mengusung Anies. Namun, sampai saat ini kedua partai itu belum secara resmi mendeklarasikan dukungan untuk Anies.
Berlanjut ke halaman berikutnya...
AHY Bicara Koalisi Masih Misteri
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pengumuman Anies Baswedan sebagai capres 2024 merupakan kedaulatan Partai NasDem.
AHY pun mengatakan pembentukan koalisi Pilpres 2024 penuh misteri. AHY mengatakan, setelah mendeklarasikan capres, Partai NasDem sudah berkomunikasi dengan Demokrat dan PKS.
"Koalisi itu penuh dengan misteri, karena bukan hanya kita yang menentukan dan tidak semua dalam kendali kita. Kita hanya bisa terus berikhtiar," kata AHY dalam keterangan pers, Selasa (4/10).
PKS Yogyakarta Usul Anies Jadi Capres
Meskipun PKS di tingkat pusat belum mengumumkan secara resmi, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengusulkan nama Anies sebagai capres.
Nama Anies dari DPW PKS DIY itu diusulkan kepada DPP PKS sebagai sebuah bentuk aspirasi mulai dari jaringan akar rumput hingga ke tingkat pengurus.
"Kami pengurus DPTW PKS DIY menyelenggarakan acara mendukung pencalonan Mas Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden di tahun 2024 nanti," kata Ketua DPW PKS DIY Agus Mas'udi, Rabu.
Ketua DPP Partai NasDem Niluh Djelantik memutuskan keluar dari partai usai NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim tak keberatan bila Niluh keluar dari NasDem.
Sebaliknya, Taslim mengklaim kader NasDem justru semakin bertambah usai mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Menurutnya ada penambahan anggota baru melalui sistem e-KTA sebanyak 3.601 orang.
"Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah. Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang," kata Taslim.
Akbar Tanjung Dukung Anies
Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mendukung Anies maju sebagai capres di Pilpres 2024.
Akbar mengaku bangga Anies menjadi salah satu kandidat capres 2024. Ia memprediksi peluang Anies untuk terpilih sebagai presiden sangat kuat.
"Karena itu saya juga pakai baju kuning, karena saya juga dukung beliau (Anies Baswedan) sebagai calon presiden," kata Akbar di acara peresmian Monumen Tritura 66 yang direlokasi ke Taman Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Anies Baswedan turut hadir dalam peresmian monumen tersebut. Di sisi lain, DPP Golkar belum memutuskan secara resmi capres dan cawapres yang bakal didukung di Pilpres 2024 mendatang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Partai NasDem telah resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10).
Namun, NasDem tak bisa sendirian mengusung Anies. Pasalnya, NasDem hanya meraih 9,05 persen suara pada Pemilu 2019.
Sementara syarat ambang batas pencalonan presiden yaitu memiliki 25 persen suara sah nasional atau 20 persen kursi di DPR. NasDem harus mencari rekan koalisi parpol lain untuk mengusung Anies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi politik Tanah Air mulai menghangat pascadeklarasi NasDem. Berikut rangkuman CNNIndonesia.com terkait berbagai peristiwa politik yang mengiringi usai Anies didukung sebagai capres.
Anies menerima mandat yang diberikan Partai NasDem. Ia pun menyatakan siap berjalan bersama NasDem untuk membangun negeri.
"Dengan mohon rida Allah SWT dan kerendahan hati, Bismillah kami terima. Kami siap jalan bersama," katanya.
Namun, Gubernur DKI Jakarta itu, mengatakan masih akan tetap fokus menjalankan tugas hingga masa jabatannya habis pada 16 Oktober 2022.
Ganjar Ikut Merespons
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sempat masuk daftar bakal capres NasDem ikut berkomentar. Menurutnya, tiap parpol punya hak untuk mengusung siapa pun.
"Ya, semua partai punya hak," kata Ganjar saat ditanya awak media di Gedung Gradhika, Jalan Pahlawan, Semarang, dikutip dari detikcom.
Jokowi Enggan Komentar
Sementara itu, Presiden Joko Widodo belum mau berkomentar. Sebab, kata Jokowi, suasana negeri tengah berduka karena insiden tragis di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (1/10).
"Saya tidak ingin berkomentar. Karena posisinya masih kita dalam suasana duka," kata Jokowi saat kunjungan ke Batang, Jawa Tengah yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin. Saat itu, Jokowi tengah kunjungan bersama Ganjar.
Di hari yang sama NasDem deklarasi Anies sebagai capres, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo jadi capres 2024.
Dukungan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie melalui konferensi pers yang digelar secara daring. Grace mengatakan Ganjar ditetapkan melalui mekanisme penjaringan Rembuk Rakyat sejak akhir Februari 2022.
PSI pun memilih putri kedua Presiden ke-5 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zanuba Arifah Wahid alias Wahid sebagai cawapres untuk mendampingi Ganjar.
Kemudian, pada Selasa (4/10), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan juga mengusulkan Ganjar untuk diusung menjadi capres 2024. Usulan PPP Sulsel itu diajukan kepada Muhammad Mardiono selaku Plt Ketua Umum PPP.
Demokrat dan PKS Sambut Anies
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyambut baik keputusan Partai NasDem memilih Anies. Syaikhu menilai Anies sebagai sosok dengan rekam jejak yang baik, berjiwa nasionalis, dan memiliki kapasitas. Menurut Syaikhu, Anies juga menjadi simbol perubahan Indonesia di masa yang akan datang.
"Anies memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa dan mampu menjadi simbol perubahan untuk Indonesia di masa mendatang," kata Syaikhu dalam keterangannya, Senin.
Sementara itu, Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra turut merespons positif langkah NasDem mendukung Anies. Menurutnya, Anies sesuai dengan kriteria dan selera calon presiden Partai Demokrat, yakni punya integritas, kapabilitas, dan elektabilitas.
Adapun Demokrat dan PKS belakangan dikabarkan dekat dan tengah menjajaki koalisi. Mereka pun disebut-sebut bakal bergabung dengan NasDem untuk mengusung Anies. Namun, sampai saat ini kedua partai itu belum secara resmi mendeklarasikan dukungan untuk Anies.
Berlanjut ke halaman berikutnya...
Didukung PKS DIY hingga Akbar Tanjung
Anies Baswedan. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
AHY Bicara Koalisi Masih Misteri
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pengumuman Anies Baswedan sebagai capres 2024 merupakan kedaulatan Partai NasDem.
AHY pun mengatakan pembentukan koalisi Pilpres 2024 penuh misteri. AHY mengatakan, setelah mendeklarasikan capres, Partai NasDem sudah berkomunikasi dengan Demokrat dan PKS.
"Koalisi itu penuh dengan misteri, karena bukan hanya kita yang menentukan dan tidak semua dalam kendali kita. Kita hanya bisa terus berikhtiar," kata AHY dalam keterangan pers, Selasa (4/10).
PKS Yogyakarta Usul Anies Jadi Capres
Meskipun PKS di tingkat pusat belum mengumumkan secara resmi, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengusulkan nama Anies sebagai capres.
Nama Anies dari DPW PKS DIY itu diusulkan kepada DPP PKS sebagai sebuah bentuk aspirasi mulai dari jaringan akar rumput hingga ke tingkat pengurus.
"Kami pengurus DPTW PKS DIY menyelenggarakan acara mendukung pencalonan Mas Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden di tahun 2024 nanti," kata Ketua DPW PKS DIY Agus Mas'udi, Rabu.
Ketua DPP Partai NasDem Niluh Djelantik memutuskan keluar dari partai usai NasDem mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim tak keberatan bila Niluh keluar dari NasDem.
Sebaliknya, Taslim mengklaim kader NasDem justru semakin bertambah usai mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Menurutnya ada penambahan anggota baru melalui sistem e-KTA sebanyak 3.601 orang.
"Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah. Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang," kata Taslim.
Akbar Tanjung Dukung Anies
Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mendukung Anies maju sebagai capres di Pilpres 2024.
Akbar mengaku bangga Anies menjadi salah satu kandidat capres 2024. Ia memprediksi peluang Anies untuk terpilih sebagai presiden sangat kuat.
"Karena itu saya juga pakai baju kuning, karena saya juga dukung beliau (Anies Baswedan) sebagai calon presiden," kata Akbar di acara peresmian Monumen Tritura 66 yang direlokasi ke Taman Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Anies Baswedan turut hadir dalam peresmian monumen tersebut. Di sisi lain, DPP Golkar belum memutuskan secara resmi capres dan cawapres yang bakal didukung di Pilpres 2024 mendatang.