Autopsi Korban Kanjuruhan Telah Rampung, Keluarga Belum Tahu Hasil

CNN Indonesia
Senin, 28 Nov 2022 17:59 WIB
Hasil autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan telah selesai. Tinggal polisi yang berwewenang mengumumkan hasil autopsi itu ke publik.
DAY (41) menangis dan berteriak histeris saat menyaksikan jenazah dua anaknya NDR (16) dan NDB (13) yang jadi korban tewas Tragedi Kanjuruhan diautopsi. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Proses autopsi dan pemeriksaan patologi forensik dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan telah rampung.

Namun dari pihak keluarga korban menyatakan belum mengetahui hasilnya.

Dua jenazah yang diautopsi itu adalah kakak beradik NDR (16) dan NDB (13). Mereka merupakan anak perempuan DAY (41), Aremania asal Bululawang, Malang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengacara keluarga korban, Imam Hidayat, mengatakan informasi terkait autopsi itu diketahui setelah pihaknya mendapat kabar dari Ketua Perhimpunan Dokter Forensik (PDFI) Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan.

"Autopsi, saya sudah WhatsApp dr Nabil itu sudah selesai, hari ini selesai, tinggal di-print, nanti dipersilakan penyidik yang mengambil. Karena autopsi, atas permintaan penyidik, artinya dikembalikan ke penyidik," kata Imam, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (28/11).

Kini, kata Imam, tinggal polisi yang berwewenang mengumumkan hasil autopsi itu ke depan publik atau tidak. Menurutnya, hal itu telah diatur dalam KUHAP.

Imam mengatakan keluarga sendiri sebenarnya sangat ingin mengetahui hasilnya. DAY sendiri berharap penyebab kematian utama dua putrinya itu bisa segera terungkap.

"Keluarga sih sangat ingin tahu hasilnya, makanya nanti setelah dilimpahkan ke penyidik, mungkin kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan mengetahui hasil autopsi itu," ucapnya.

Saat proses autopsi, ekshumasi hingga penelitian forensik di laboratorium, kata Imam, DAY dibayangi rasa cemas dan khawatir. Dia sempat mendapatkan tindakan intimidasi dari beberapa pihak untuk membatalkan autopsi itu.

Akibatnya, DAY pun harus dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bahkan, dia terpaksa dievakuasi ke rumah aman.

"Keluarga Mas DAY, baik-baik saja meski ada kegundahan dan kereshaan menunggu hasil autopsi ini," ucapnya.

Melalui hasil ini, kliennya itu berharap agar penyebab utama kematian NDR dan NDB benar-benar terungkap. Sebagaimana dugaannya, dua anaknya itu meninggal karena paparan gas air mata yang kedaluwarsa.

"Kalau keluarga berharap hasilnya sesuai dengan fakta, artinya penyebab kematian, anak DAY dari fisik bukan lebam, tapi kulit menghitam dan keluar busa, keluar air kencing, kami curiga penyebabnya karena gas air mata yang kedaluwarsa," pungkasnya.

Saat dihubungi terpisah, Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes dr Erwinn Zainul Hakim belum menjawab pertanyaan dari CNNIndonesia.com melalui WhatsApp. 

CNNIndonesia.com juga sudah berupaya mengonfirmasi Ketua PDFI Jawa Timur dr Nabil Bahasuan, namun yang bersangkutan belum merespons juga hingga berita ini ditulis.

Dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan atas nama NDR (16) dan NDB (13) menjalani autopsi dan ekshumasi pada Sabtu (5/11).

Autopsi yang dilakukan di TPU Dusun Pathuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang itu berjalan hingga 7 jam.

Ketua Perhimpunan Dokter Forensik (PDFI) Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan yang memimpin jalannya proses mengatakan hasil akan keluar paling lama delapan pekan ke depan.

"Diperiksa di lab independen paling lama delapan minggu lah. Bisa lebih cepat kan kami range-nya yang paling jauh tergantung pemeriksaannya nanti," kata dia.

(frd/pmg)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER