BRIN Kirim Hasil Analisis Korban Tragedi Kanjuruhan ke Mahfud MD

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 19:22 WIB
BRIN mengirim hasil analisis sampel korban tragedi Kanjuruhan ke Menko Polhukam Mahfud MD hari ini. Namun, tak diungkapkan apa hasilnya. Ilustrasi. BRIN mengirim hasil analisis sampel korban tragedi Kanjuruhan ke Menko Polhukam Mahfud MD hari ini. Namun, tak diungkapkan apa hasilnya. (Foto: CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengirim hasil analisis sampel korban tragedi Kanjuruhan ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya tidak akan mengungkap hasil temuan itu. Dia menuturkan kewenangan itu ada di tangan Mahfud.

"Hasil analisis sesudah kami kirimkan ke Menko Polhukam, dan menjadi kewenangan beliau untuk menyampaikan hasil analisis yang komprehensif ke publik," kata Handoko kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/11).

Handoko tidak bisa mengonfirmasi apakah hasil temuan BRIN sama dengan apa yang diungkap Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI). Sebelumnya, PDFI menyebut hasil autopsi korban Tragedi Kanjuruhan tak mengandung zat gas air mata.

"Kami tidak bisa berkomentar karena kami kurang tahu sampel yang dianalisa di BRIN itu apakah sampel dari korban yang sama?" ujar dia.

Sebelumnya, PDFI berkata telah menuntaskan autopsi terhadap dua korban Tragedi Kanjuruhan. PDFI menyatakan penyebab kematian dua orang itu adalah patah tulang dan pendarahan berat.

Ketua PDFI Jawa Timur Nabil Bahasuan mengatakan pihaknya tidak menemukan zat gas air mata dalam autopsi itu. Menurutnya, PDFI bekerja sama dengan BRIN dalam pengujian itu.

"Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban, kami sudah mengumpulkan kepada BRIN dan didapatkan tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut," kata Nabil di Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu.

(dhf/tsa)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER