Panglima TNI Minta Lanjut Usut Kanjuruhan: Jangan Berhenti di Sini

CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 11:49 WIB
Panglima TNI Andika Perkasa meminta kasus Tragedi Kanjuruhan dikembangkan hingga ke tingkat perwira termasuk Dandim. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kasus Tragedi Kanjuruhan dikembangkan, tak cukup dengan mengantongi lima nama anggotanya yang melakukan kekerasan. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta, CNN Indonesia --

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kasus Tragedi Kanjuruhan dikembangkan dan diusut tuntas, tak cukup dengan mengantongi lima nama anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan di lapangan.

Andika mengatakan TNI sudah melakukan investigasi internal. Ada lima orang yang telah dipastikan melakukan kekerasan pada tragedi itu.

"Kita sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kita melanjutkan dengan proses hukum. Karena apa? Memang yang viral itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan," kata Andika dalam tayangan kanal Youtube Jenderal TNI Andika Perkasa, Minggu (27/11).

Menurut laporan yang Andika terima, empat orang anggota TNI telah mengaku melakukan tindak kekerasan dalam Tragedi Kanjuruhan. Adapun satu orang anggota lainnya belum mengakui hal itu.

Ia memerintahkan bawahannya untuk terus mengusut dugaan anggota-anggota yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan. Bahkan, ia memerintahkan pengusutan hingga tingkat perwira.

"Terus, jangan berhenti di lima ini. Telusuri juga ke atasnya termasuk dandim. Yang berikan BKO siapa? Dandimkah atau danrem? Sehingga kita terus ini jangan hanya berhenti di situ," ujarnya.

Andika meminta bawahannya untuk terus melaporkan perkembangan terbaru mengenai hal ini. Ia juga memastikan akan menyeret anggota yang terlibat ke proses hukum.

"Kita tidak akan mengarah kepada disiplin, karena memang itu sudah sangat berlebih dan bukan tugas mereka melakukan yang terlihat di video itu," ucapnya.

(dhf/gil)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER