Polisi Akui Korban Tak Melapor Jadi Kendala Usut Serial Killer Wowon

CNN Indonesia
Kamis, 26 Jan 2023 04:40 WIB
Polisi terkendala dalam mengusut kasus pembunuhan berantai oleh Wowon cs karena mayoritas keluarga korban tak melapor. Polisi terkendala dalam mengusut kasus pembunuhan berantai oleh Wowon cs karena mayoritas keluarga korban tak melapor. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengakui bahwa tindakan mayoritas keluarga korban tak melapor soal anggotanya yang hilang menjadi kendala dalam mengusut kasus pembunuhan berantai oleh Wowon Erawan alias Aki cs.

Tujuh dari sembilan korban tewas yang masih memiliki hubungan keluarga dengan tersangka, hanya korban Noneng saja yang pernah dilaporkan sebagai orang hilang ke kepolisian.

"Karena kemarin keluarganya yang hilang pun ada yang tidak melapor. (Yang melapor) yaitu korban atas nama Noneng. Sementara yang lainnya tidak ada laporan sampai sekarang," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (25/1).

Karenanya, kata Hengki, pihaknya mengambil langkah proaktif dengan mencari keluarga yang merasa kerabatnya masih belum ditemukan.

"Kami yang proaktif mencari apakah ada dari keluarganya yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya, termasuk para TKW," ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa ada saudaranya yang hilang untuk melapor. Terlebih, jika ada indikasi bahwa anggota keluarganya yang hilang itu memiliki kaitan dengan Wowon cs.

"Silakan siapa saja yang mempunyai relasi koneksi saudara kerabatnya dengan pelaku melapor sekarang, untuk kita usut tuntas, sehingga tidak ada korban lainnya," ucap dia.

Kasus penipuan dan pembunuhan berantai oleh Wowon cs akhirnya terungkap saat polisi mengusut kasus kematian tiga orang yang merupakan satu keluarga di Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Mulanya, ketiga orang ini diduga tewas karena keracunan. Namun, ketiganya ternyata adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh Wowon cs.

Kepada polisi, tersangka mengakui bahwa mereka telah melakukan aksi pembunuhan lain. Total, ada sembilan korban yang tersebar di Bekasi, Cianjur, dan Garut.

Polisi menyebut dari sembilan orang itu, tujuh di antaranya merupakan kerabat tersangka atau family tree. Sedangkan dua korban lainnya adalah TKW bernama Siti dan Farida.

Di sisi lain, polisi juga menemukan ada 11 TKW yang menjadi korban penipuan oleh Wowon cs. Polisi juga menemukan aliran dana Rp1 miliar oleh para TKW ini.

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER