Lubang-lubang 'Culas' di Aspal Jalanan Ibu Kota

CNN Indonesia
Kamis, 02 Mar 2023 16:16 WIB
Lubang-lubang 'Culas' di Aspal Jalanan Ibu Kota
Aspal yang berlubang banyak muncul di sejumlah jalan Ibu Kota saat musim hujan datang. (CNN Indonesia/Panji Septo Raharjo)

Di sisi lain, pelaku usaha macam Chief Executive Officer Sabat Mulia Karya, Ronald A Sinaga menilai pemeliharaan jalan di seluruh Indonesia bermasalah. Sabat Mulia merupakan salah satu perusahaan konstruksi untuk pembangunan jalan dan jembatan.

"Pemeliharaan aspal merupakan kelemahan yang terjadi di seluruh Indonesia. Baik dinas kota, provinsi, dan kabupaten," kata Ronald kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/3).

Ronald mengingatkan bahwa lubang jalan tidak lahir overnight atau dalam satu malam. Menurutnya, lubang-lubang tersebut muncul mulai dari keretakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari retak halus kemudian makin besar. Seharusnya Dinas Bina Marga menambal keretakan jika melewati jalanan setiap hari sambil melakukan tugasnya," ujarnya.

Sebagai kepala kontraktor yang sering memerhatikan dan memperbaiki jalan, Ronald mengaku hampir tak pernah melihat Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pengecekan.

"Hampir tidak pernah saya lihat Bina Marga mengecek. Padahal, saya bisa jamin lubang yang sebesar kolam renang itu tidak pernah ada kalau retakan tersebut ditangani lebih cepat," katanya.

Air musuh terbesar aspal

Untuk memperbaiki jalan, menurut Ronald, ada hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya, menggunakan campuran yang tepat dalam aspal hot mix. Sayangnya aspal hot mix itu jarang digunakan oleh Dinas Bina Marga untuk pemeliharaan jalan atau patching.

"Hot mix secara struktural saat mendingin aspal panasnya akan jadi lebih keras dan tahan lama dibandingkan aspal cold mix," ujar Ronald.

Ia mengaku sempat melewati jalan layang Pancoran pada Selasa (28/2) malam lalu. Menurutnya, bahan yang digunakan untuk menambal hanya campuran aspal cold mix.

"Kalau untuk menambal sementara alias patching sebenarnya boleh menggunakan aspal cold mix atau aspal dingin. Akan tetapi, cold mix itu tidak tahan lama, hanya sementara," katanya.

Ronald mengatakan retakan di jalanan harus segera ditangani lantaran air hujan menjadi musuh utama aspal. Menurutnya, air yang masuk ke dalam atau dasar aspal akan merusak base course.

"Air akan membuat base course itu lembek yang seharusnya keras dan padat. Air juga menjadi salah satu penyebab aspal bergelombang di jalan. Sebab, pondasinya lembek," ucapnya.

Kemudian, kata Ronald, air juga akan membawa material pasir dan batu di bawah aspal karena setiap hari jalanan dilewati mobil. Hilangnya material-material tersebut menyebabkan aspal yang awalnya hanya retak menjadi berlubang.

Ia juga menyoroti soal aspal bergelombang dan berpasir. Menurutnya, hal tersebut juga harus diperhatikan penyelenggara jalan agar tetap baik.

"Itu akibat lem aspal yang teroksidasi. Oksidasi itu menyebabkan aspal tidak bisa menahan atau merekatkan campuran kerikil atau pasir. Seharusnya itu juga dipelihara meskipun sudah diperbaiki," ujarnya.

Respons pemerintah

Dirjen Bina Marga PUPR Hedy Rahadian mengatakan lubang-lubang di jalan kawasan Pancoran, Jakarta Selatan berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga Pemda DKI Jakarta.

"Jalan di DKI Jakarta di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga Pemda DKI Jakarta," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/3).

Hedy enggan berbicara banyak soal perawatan jalan tersebut. Ia meminta agar bertanya langsung kepada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

"Ke gubernurnya (tanya)," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan perbaikan jalan berlubang saat ini memakai aspal jenis cold mix lantaran masih kerap turun hujan.

"Daya tahan terhadap hujan sangat sensitif, nanti setelah musim hujan akan kita gunakan hot mix secara permanen. Kalau kita perbaiki hot mix sekarang pada saat hujan akan enggak efektif," kata Hari kepada CNNIndonesia.com.

"Rencana minggu ke-2 Maret kita akan mulai kerjakan secara permanen dengan hot mix maupun beton," ujarnya menambahkan.

Terkait dengan dugaan kecurangan dalam pemeliharaan jalan, Hari mengklaim tak pernah terjadi. Ia mengaku langsung menindak tegas para kontraktor yang melakukan pemeliharaan kurang baik.

"Kalau pemeliharaan yang dilakukan oleh vendor kurang, langsung kita kasih peringatan dan bahkan enggak akan kita kasih kerjaan lagi," katanya.

(psr/fra)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Aspal berlubang menghiasi sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, yang mengarah dari Kuningan menuju Cawang, Jakarta Timur. Kondisi serupa juga terjadi di jalan yang mengarah sebaliknya.

Lubang-lubang ini juga terlihat ada di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Bak jamur di musim hujan, lubang tersebut muncul di sejumlah jalanan Ibu Kota.

Kondisi jalan berlubang yang banyak muncul ini tak terlepas dari pemeliharaan aspal yang dikerjakan penyelenggara jalan, dalam hal ini Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerap terjadi dugaan praktik culas antara pemerintah dengan kontraktor yang membuat kualitas aspal di bawah standar dan jalanan cepat rusak. Aspal jalan pun menjadi mudah terkelupas dan berlubang.

Salah satu kontraktor jalan yang tak mau disebutkan namanya bercerita kecurangan berawal dari proses tender pembangunan jalan. Biasanya ada kesepakatan di bawah meja antara pihak penyelenggara jalan dengan kontraktor.

"Ada tiga skenario. Pertama, pemerintah open tender untuk memenangkan kontraktornya. Kedua, kontraktor punya koneksi dengan orang dalam pemerintah. Ketiga, pihak kontraktor melakukan suap atau bayar orang dalam biar bisa menang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/3).

Dia mengatakan kesepakatan ini membuat pejabat berwenang dan kontraktor mengutip anggaran dengan jumlah yang variatif, tergantung besarnya proyek pembangunan jalan.

"Misalnya satu kilometer anggarannya Rp500 juta untuk rehabilitasi aspal, kemudian diambil 30 persen untuk pihak penyelenggara jalan dan kontraktor. Kan, untungnya bisa Rp150 juta," ujarnya.

Menurutnya, keuntungan yang bisa diraih kedua belah pihak bisa mencapai angka triliunan saat mengerjakan proyek untuk jalan-jalan nasional strategis, khususnya untuk jalan tol yang panjangnya berkisar 50-100 kilometer.

"Uang yang dihasilkan kedua belah pihak bisa lebih dari Rp150 juta. Mungkin mencapai triliunan tergantung seberapa panjang jalannya. Selevel jalan tol yang panjangnya bisa 60 kilometer bisa mencapai triliunan," katanya.

Selain itu, kata dia, pihak kontraktor juga acap kali memberikan servis kepada penyelenggara jalan setelah menang tender. Servis tersebut dimaksudkan agar tercipta diskusi di balik layar untuk memberi keuntungan kepada kedua belah pihak.

"Banyak banget praktiknya, misalnya ketika menang tender pihak kontraktor itu meeting dan memberi servis di tempat yang tidak terekspose media. Contoh di bar, karaoke, bahkan tempat pijat untuk mendiskusikan bagaimana mereka bisa untung," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan 'di tempat gelap' tersebut juga untuk menyatukan komitmen dan tidak mengkhianati satu sama lain saat ada audit atau inspeksi. Kedua belah pihak tak ingin ada yang menikam dari belakang meski sudah terjadi kesepakatan.

"Agar mereka tidak saling mencederai satu sama lain. Akan tetapi, pada akhirnya banyak yang ketahuan. Kadang ada juga satu pihak yang mencurangi pihak lain dengan cara mengakali perjanjian tidak tertulis di antara kedua belah pihak, hal itu yang mengakibatkan akhirnya ketahuan dan tertangkap," katanya.

Kontraktor cari selisih

Ia mengungkap para kontraktor juga kerap bermain sendiri untuk meningkatkan margin dan profit saat mendapatkan proyek pengaspalan. Meskipun sudah melakukan supervisi, menurutnya kemungkinan kecurangan tetap ada.

"Sebab, dalam strata proyek, kontraktor itu hirarki paling rendah. Padahal, risiko kontraktor itu tinggi. Misalnya, terkait cuaca, insiden, proyek telat, alat, material, dan harus menambah orang di lapangan. Jadi, kontraktor itu harus memastikan margin dan profitnya besar karena risiko tersebut," ucapnya.

Dugaan praktik culas ini, kata dia, dilakukan dengan menurunkan mutu material aspal, sehingga kualitas jalan yang harusnya bisa tahan 4 tahun jadi hanya bertahan 2 tahun.

"Biasanya uang lari ke kontaktornya sendiri untuk alokasi kontraktor biar margin-nya lebih besar. Di Indonesia, pada umumnya yang saya lihat memang pengurangan mutu dijalankan oleh kontraktor yang ingin untung besar," katanya.

Dia lantas memberi contoh pengutipan dana dengan menggunakan bahan material yang tidak sesuai peruntukan jalan.

"Misalkan harus menggunakan beton K 450, tapi yang dipakai hanya K 350 itu harganya sudah sangat signifikan. Contoh, harga beton K 450 bisa Rp2,2 juta per meter kubik, tapi karena pakai K 350 jadi cuma Rp1,8 juta. Bayangkan jika dikali panjang jalan 1 kilometer, sudah pasti marginnya besar," ujarnya.



Ia juga mengungkap ada material yang berpotensi dikutip. Di antaranya, semen, tulangan, besi kerikil. Oleh sebab itu, menurutnya, ada multiplier effect yang disebabkan dari pengurangan mutu.

"Pengurangan mutu disebabkan adanya deviasi antara yang sudah direncanakan dan eksekusinya. Kenapa laporannya sudah oke tapi di lapangan jadinya jelek? Karena hasil lapangan tidak sesuai dengan yang direncanakan," ujarnya.

Kritik Pemeliharaan Jalan di Indonesia

Aspal yang berlubang banyak muncul di sejumlah jalan Ibu Kota saat musim hujan datang. (CNN Indonesia/Panji Septo Raharjo)

Di sisi lain, pelaku usaha macam Chief Executive Officer Sabat Mulia Karya, Ronald A Sinaga menilai pemeliharaan jalan di seluruh Indonesia bermasalah. Sabat Mulia merupakan salah satu perusahaan konstruksi untuk pembangunan jalan dan jembatan.

"Pemeliharaan aspal merupakan kelemahan yang terjadi di seluruh Indonesia. Baik dinas kota, provinsi, dan kabupaten," kata Ronald kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/3).

Ronald mengingatkan bahwa lubang jalan tidak lahir overnight atau dalam satu malam. Menurutnya, lubang-lubang tersebut muncul mulai dari keretakan.

"Dari retak halus kemudian makin besar. Seharusnya Dinas Bina Marga menambal keretakan jika melewati jalanan setiap hari sambil melakukan tugasnya," ujarnya.

Sebagai kepala kontraktor yang sering memerhatikan dan memperbaiki jalan, Ronald mengaku hampir tak pernah melihat Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan pengecekan.

"Hampir tidak pernah saya lihat Bina Marga mengecek. Padahal, saya bisa jamin lubang yang sebesar kolam renang itu tidak pernah ada kalau retakan tersebut ditangani lebih cepat," katanya.

Air musuh terbesar aspal

Untuk memperbaiki jalan, menurut Ronald, ada hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya, menggunakan campuran yang tepat dalam aspal hot mix. Sayangnya aspal hot mix itu jarang digunakan oleh Dinas Bina Marga untuk pemeliharaan jalan atau patching.

"Hot mix secara struktural saat mendingin aspal panasnya akan jadi lebih keras dan tahan lama dibandingkan aspal cold mix," ujar Ronald.

Ia mengaku sempat melewati jalan layang Pancoran pada Selasa (28/2) malam lalu. Menurutnya, bahan yang digunakan untuk menambal hanya campuran aspal cold mix.

"Kalau untuk menambal sementara alias patching sebenarnya boleh menggunakan aspal cold mix atau aspal dingin. Akan tetapi, cold mix itu tidak tahan lama, hanya sementara," katanya.

Ronald mengatakan retakan di jalanan harus segera ditangani lantaran air hujan menjadi musuh utama aspal. Menurutnya, air yang masuk ke dalam atau dasar aspal akan merusak base course.

"Air akan membuat base course itu lembek yang seharusnya keras dan padat. Air juga menjadi salah satu penyebab aspal bergelombang di jalan. Sebab, pondasinya lembek," ucapnya.

Kemudian, kata Ronald, air juga akan membawa material pasir dan batu di bawah aspal karena setiap hari jalanan dilewati mobil. Hilangnya material-material tersebut menyebabkan aspal yang awalnya hanya retak menjadi berlubang.

Ia juga menyoroti soal aspal bergelombang dan berpasir. Menurutnya, hal tersebut juga harus diperhatikan penyelenggara jalan agar tetap baik.

"Itu akibat lem aspal yang teroksidasi. Oksidasi itu menyebabkan aspal tidak bisa menahan atau merekatkan campuran kerikil atau pasir. Seharusnya itu juga dipelihara meskipun sudah diperbaiki," ujarnya.

Respons pemerintah

Dirjen Bina Marga PUPR Hedy Rahadian mengatakan lubang-lubang di jalan kawasan Pancoran, Jakarta Selatan berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga Pemda DKI Jakarta.

"Jalan di DKI Jakarta di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga Pemda DKI Jakarta," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/3).

Hedy enggan berbicara banyak soal perawatan jalan tersebut. Ia meminta agar bertanya langsung kepada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

"Ke gubernurnya (tanya)," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan perbaikan jalan berlubang saat ini memakai aspal jenis cold mix lantaran masih kerap turun hujan.

"Daya tahan terhadap hujan sangat sensitif, nanti setelah musim hujan akan kita gunakan hot mix secara permanen. Kalau kita perbaiki hot mix sekarang pada saat hujan akan enggak efektif," kata Hari kepada CNNIndonesia.com.

"Rencana minggu ke-2 Maret kita akan mulai kerjakan secara permanen dengan hot mix maupun beton," ujarnya menambahkan.

Terkait dengan dugaan kecurangan dalam pemeliharaan jalan, Hari mengklaim tak pernah terjadi. Ia mengaku langsung menindak tegas para kontraktor yang melakukan pemeliharaan kurang baik.

"Kalau pemeliharaan yang dilakukan oleh vendor kurang, langsung kita kasih peringatan dan bahkan enggak akan kita kasih kerjaan lagi," katanya.


HALAMAN:
1 2