KALEIDOSKOP 2023

Deret Kasus Pembunuhan Menggemparkan Sepanjang 2023

CNN Indonesia
Rabu, 27 Des 2023 15:55 WIB
Deret Kasus Pembunuhan Menggemparkan Sepanjang 2023
Tersangka Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara diduga mulai membunuh korbannya sejak tahun 2020. (CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepanjang tahun 2023 publik beberapa kali dihebohkan dengan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi di pelbagai wilayah Indonesia.

Pelaku kasus pembunuhan itu tidak jarang juga melibatkan aparat penegak hukum mulai dari anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, anggota Paspampres, hingga anak anggota DPR RI.

Kasus-kasus pembunuhan itu tercatat didasari sejumlah motif mulai dari persoalan ekonomi, cemburu, hingga memang sudah direncanakan melalui aksi penganiayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut CNNIndonesia.com rangkum beberapa kasus pembunuhan yang menjadi perhatian publik pada 2023:

1. Kasus mutilasi Angela oleh Ecky

Awal tahun 2023, masyarakat dihebohkan dengan adanya penemuan jasad seorang perempuan bernama Angela Hindriati (54) yang dimutilasi dan disimpan ke dalam dua boks plastik terpisah.

Boks yang berisikan tubuh korban itu disimpan oleh pelaku M. Ecky Listiantho di sebuah rumah kontrakan di Desa Lambangsari, Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Polisi menyebut Ecky memutilasi korban dengan gergaji listrik dan menyimpan jenazah korban selama kurang lebih 13 bulan.

Polisi menyebut kasus pembunuhan itu bermula ketika Angela dan Ecky terlibat percekcokan pada 25 Juni 2019, di Apartemen Taman Rasuna. Dalam cekcok itu Ecky menolak untuk menikahi Angela, sementara Angela mengancam bakal membeberkan hubungan tersebut kepada keluarga Ecky.

Pelaku yang gelap mata kemudian langsung mendorong dan mencekik leher Angela hingga tewas. Setelahnya Ecky memindahkan jasad Angela dari kasur ke lantai, ia juga pergi ke minimarket dan membeli empat bungkus kopi.

Keempat bungkus kopi itu kemudian dipindahkan Ecky ke dalam empat mangkok yang diletakkan di lantai, meja rias dan rak pakaian. Mangkok yang berisikan bubuk kopi itu digunakan untuk menyamarkan bau dari jasad Angela.

Ecky selanjutnya mengambil sejumlah barang milik korban termasuk beberapa ATM dan meninggalkan apartemen itu hingga awal Juli 2019. Ia kembali untuk menyerahkan surat perjanjian jual beli palsu antara dirinya dengan Angela kepada pengelola apartemen.

Pelaku kemudian kembali lagi ke apartemen tersebut pada akhir Juli dan mendapati korban sudah dalam kondisi membusuk dan banyak mengeluarkan cairan ke lantai. Mendapati kondisi itu, Ecky berinisiatif memutilasi korban dan langsung membeli gergaji listrik.

Proses mutilasi itu dilakukan Ecky selama beberapa hari dan seluruh jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam boks kontainer dan disimpan di gudang apartemen. Jasad itu kemudian dipindahkan pada 5 April 2020 ke salah satu kontrakan di Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, dan dicek sebulan sekali.

Ecky kemudian kembali berpindah kontrakan untuk menghindari kecurigaan pada 6 Mei 2021 ke Jalan Serma Achim, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Ia terakhir kali pindah kontrakan pada Agustus 2022 dan sempat membuka kontainer untuk melihat kondisi jasad korban.

Aksi kejam itu terungkap usai sang istri melaporkan Ecky hilang kepada polisi pada akhir Desember 2022. Selama dilaporkan hilang, Ecky sempat pergi dan menginap di kontrakan tempat jasad Angela disimpan.

Polisi yang sedianya sedang mengusut laporan hilangnya Ecky kemudian langsung menangkap pelaku di kontrakan tersebut usai mendapati temuan dua boks kontainer yang berisi jasad Angela. Atas perbuatannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cikarang menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap Ecky.

2. Serial Killer Wowon Cs

Pada bulan yang sama, masyarakat juga dihebohkan dengan adanya penemuan satu keluarga yang ditemukan tewas diracun di sebuah rumah kontrakan di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Tiga orang tewas akibat meminum racun yang dicampurkan ke dalam kopi. Ketiganya merupakan Ai Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, serta Riswandi. Sementara dua lainnya berhasil diselamatkan usai dilarikan ke rumah sakit yakni Dede Solehudin dan Neng Ayu.

Racun tikus serta pestisida menjadi penyebab tewasnya ketiga korban di rumah kontrakan tersebut. Polda Metro Jaya kemudian menetapkan tiga tersangka pembunuhan dalam kasus itu. Ketiganya merupakan Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin.

Salah satu pelaku pembunuhan Wowon diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan para korban. Maemunah merupakan istrinya sementara dua korban lainnya merupakan anak tiri Wowon.

Polisi menyebut ketiga korban itu dihabisi nyawanya karena mengetahui aksi tindak pidana penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Wowon Cs.

Berawal dari pengungkapan kasus kematian satu keluarga itu, polisi menemukan dugaan adanya enam korban lain yang juga dibunuh Wowon Cs. Empat diantaranya dibunuh oleh para pelaku di Cianjur, Jawa Barat.

Keempat korban tewas itu merupakan Noneng, Wiwin, Bayu serta Farida. Tiga dari keempat korban itu lagi-lagi memiliki hubungan keluarga dengan Wowon. Wiwin merupakan salah satu dari enam istri Wowon, kemudian Bayu merupakan anak dari Wowon dengan Maemunah yang masih berusia dua tahun.

Selanjutnya Noneng merupakan ibu dari Wiwin atau mertua dari Wowon. Sementara Farida merupakan tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban penipuan. Mereka dikuburkan ke dalam tiga lubang yang ada di rumah Cianjur dan ditutupi dengan semen agar tak diketahui orang lain.

Kepada polisi, Wowon mengaku nekat membunuh Wiwin dan Noneng karena masalah uang dan cemburu. Wowon mengatakan Noneng mengaku tidak pernah menerima uang dari Wiwin yang bekerja sebagai TKW.

Sementara berdasarkan pengakuan Wiwin kepada Wowon, dirinya selalu mengirim uang setiap bulan. Dendam Wowon semakin memuncak kala Wiwi kembali ke Indonesia bersama laki-laki lain.

Khusus terhadap Bayu, Wowon mengaku sengaja membunuh anaknya yang masih balita karena dinilai terlalu rewel dan membuatnya malu kepada tetangga.

Sedangkan satu korban terakhir merupakan TKW yang bernama Siti Fatimah. Ia merupakan korban penipuan Wowon yang tewas usai menagih janji soal penggandaan uang.

Siti saat itu diminta pergi ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengambil uang yang dimaksud bersama dengan Noneng. Tanpa pengetahuan Siti, Wowon telah memerintahkan sang mertua untuk menghabisi nyawanya dengan cara didorong ke laut di Surabaya.

Atas perbuatannya, ketiga pembunuh berantai itu dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (1/11). Vonis itu lebih rendah dari tuntutan hukuman mati yang diajukan jaksa sebelumnya.

Pembunuhan yang Menggemparkan Sepanjang 2023

Tersangka Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara diduga mulai membunuh korbannya sejak tahun 2020. (CNN Indonesia/Damar)

3. Pembunuhan oleh Mbah Slamet, dukun pengganda uang

Kasus pembunuhan serupa dengan modus penggandaan uang kembali menghebohkan publik pada April 2023. Aksi pembunuhan itu berhasil diungkap usai adanya laporan dari salah satu keluarga korban Paryanto ke Polres Banjarnegara pada Maret 2023.

Polisi menyebut mulanya Paryanto yang merupakan warga Sukabumi tertarik dengan unggahan dari tersangka BS, kaki tangan tersangka Mbah Slamet Tohari, yang mengaku bisa menggandakan uang.

Korban kemudian melakukan kontak dengan BS dan setuju membuat kesepakatan pengadaan uang secara langsung dengan Mbah Slamet. Sejumlah uang dan mahar juga telah diserahkan pasca pertemuan itu.

Namun hasil penggandaan uang yang dijanjikan Mbah Slamet tidak kunjung terealisasi hingga berulang kali ditagih oleh korban. Puncaknya, Paryanto mendatangi Mbah Slamet seorang diri, pada 23 Maret 2023.

Ketika itu, korban sempat menghubungi anaknya berinisial SL dan meminta anaknya langsung menghubungi polisi apabila tidak mendapatkan kabar darinya hingga tanggal 26 Maret 2023.

Sejalan dengan kekhawatiran Paryanto, Mbah Slamet kemudian meracuni korban dengan potassium sianida lantaran merasa kesal karena terus ditagih uang. Jasad Paryanto selanjutnya dikubur di jalan setapak menuju hutan yang merupakan lahan milik Mbah Slamet.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, polisi juga turut menemukan 11 jenazah lainnya yang dikuburkan ke dalam lubang yang sama di kebun milik Mbah Slamet tersebut. Beberapa jenazah diperkirakan telah lama dikubur lantaran hanya tersisa tulang belulang saat ditemukan.

Kepada polisi, Mbah Slamet mengaku mulai membunuh para korban sejak tahun 2020. Meski begitu, ia mengaku lupa seluruh identitas korban yang telah dibunuh dikarenakan bukan warga asli Banjarnegara.

Sementara itu berdasarkan proses autopsi yang telah dilakukan, polisi hanya berhasil mendapati 9 identitas dari korban Mbah Slamet. Sembilan korban itu merupakan Paryanto warga Sukabumi, dua pasang suami istri asal Lampung Irsyad-Wahyu Triningsih, dan Suheri-Riani.

Kemudian korban asal Palembang bernama Mulyadi, pasangan ibu-anak asal Magelang Theresia Dewi dan Okta Ali. Sementara identitas korban terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah Kuwat Santoso warga Sleman, Yogyakarta.

4. Anggota Densus 88 Bripda HS bunuh supir taksi daring

Aksi pembunuhan selanjutnya dilakukan oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Bripda HS kepada sopir taksi daring bernama Sony Rizal Tahitu (56).

Jasad Sony ditemukan dekat mobil Toyota Avanza yang sedang terparkir oleh di Perumahan Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok, pada Senin 23 Januari 2023, sekitar pukul 04.20 WIB.

Petugas kemudian mendapati adanya KTA milik Bripda HS di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan tim Densus 88. Pada hari yang sama dengan penemuan jasad korban, tim Densus 88 juga berhasil menangkap Bripda HS di Puri Persada, Desa Sendang Mulya, Bekasi, Jawa Barat.

Kepada penyidik, Bripda HS mengaku dengan sengaja menusuk Sony dengan tujuan ingin menguasai hartanya termasuk mobil yang ditumpanginya itu. Aksi nekat itu direncanakan HS lantaran sebelumnya telah menghabiskan uang Rp90 juta milik kakaknya dalam permainan judi.

Namun rencana itu gagal lantaran korban sempat melakukan perlawanan dengan membunyikan klakson mobil hingga membuat Bripda HS panik. Setelahnya ia berlari meninggalkan area perumahan dan meninggalkan barang pribadinya di dalam mobil korban.

Berdasarkan catatan Densus 88, Bripda HS disebut sering melakukan pelanggaran hingga berujung pemberian sanksi penempatan khusus (Patsus). Ia juga tercatat pernah menipu anggota lainnya hingga masyarakat sipil.

Selain itu, Bripda HS juga diketahui memiliki hutang hingga mencapai Rp900 juta kepada pihak perbankan maupun perorangan sejak Oktober 2022 akibat kecanduan bermain judi online.

Akibat aksinya, Densus 88 kemudian memberikan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Bripda HS. Selain itu Bripda HS juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim PN Depok.

5. Mahasiswa UI tewas ditikam senior

Pada Agustus tahun ini, mahasiswa Jurusan Sastra Rusia UI Muhammad Naufal Zidan (19) ditemukan tewas di kamar kosnya setelah ditikam berkali-kali oleh seniornya sendiri Altafasalya Ardnika Basya (23).

Naufal ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan dengan kondisi terbungkus plastik di bawah kasur kosan di Kukusan, Beji, Depok, Jumat 4 Agustus 2023. Jasad korban ditemukan setelah pihak keluarga tak bisa menghubungi korban sejak Rabu 2 Agustus 2023.

Polisi menyebut aksi keji itu dilakukan Altaf usai mengalami kerugian akibat investasi kripto sebesar Rp80 juta dan memiliki utang pinjaman online (pinjol) sebesar Rp15 juta.

Tidak ada motif dendam yang mendasari pembunuhan tersebut. Naufal dipilih menjadi korban lantaran dianggap jauh lebih sukses sehingga barang-barang milik korban dirasa bisa melunasi hutang miliknya.

Berbekal pemikiran tersebut, Altaf kemudian menjalankan aksinya pada Rabu 2 Agustus 2023, dengan membawa pisau lipat di saku celananya. Altaf mulanya mengelabui korban dengan mengajak berbincang di dalam kamar kos.

Setelahnya pelaku berpura-pura pamit pulang dan langsung menendang korban. Selanjutnya Altaf mengeluarkan pisau dan menusuk korban di bagian badan. Naufal sempat melawan dengan menggigit tangan Altaf hingga menelan cincin pelaku.

Akan tetapi Naufal tetap tumbang usai Altaf menikam leher dan dada berulang kali. Kepada penyidik, Altaf mengaku sempat belajar cara membunuh orang dengan menonton serial Narcos.

Usai pembunuhan, Altaf kemudian memasukkan jenazah korban ke dalam plastik dan disembunyikan di bawah kasur. Selain itu pelaku juga sempat menebarkan kapur barus untuk menyembunyikan bau jasad korban.

Selanjutnya Altaf melakukan rencana awalnya dengan menggasak barang-barang milik korban seperti MacBook hingga iPhone. Namun, barang itu belum sempat dijual lantaran Altaf mengaku ketakutan usai bermimpi sedang dikejar-kejar oleh Naufal.

LIHAT SELENGKAPNYA