Fakta-fakta Banjir Jabodetabek: Ratusan RT Terendam, 3 Meninggal
5. Tol Japek tergenang, lalu lintas macet
Hujan deras juga menyebabkan genangan di ruas Tol Jakarta Cikampek di area Cawang. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, banjir menyebabkan kemacetan panjang.
"(Banjir) enggak terlalu tinggi, cuma melambat, karena melambat itu yang membuat mengekor. Saat ini sudah mengalir Japek sudah mulai, masih upaya diurai," kata Komarudin, Minggu (6/7).
Pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan pendek untuk menghindari genangan. Beberapa kendaraan bahkan dialihkan atau diputar balik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus masuk ke dalam air untuk meyakinkan pengendara bahwa jalur bisa dilintasi sehingga pengendara bisa mengukur ketinggian kendaraannya. Cuma untuk kendaraan pendek kami tidak menyarankan, makanya tadi kami bagi," tambahnya.
"Jadi untuk Kendaraan pendek tadi kami bagi alihkan termasuk juga tadi ada beberapa yang kita putar balikan. Nah ini salah satu menyumbat," lanjutnya.
6. Hampir 1.000 warga mengungsi di Jakarta
BPBD DKI mencatat 996 warga mengungsi ke 17 lokasi karena rumah mereka terendam. Lokasi pengungsian tersebar di kelurahan, masjid, hingga sarana pendidikan.
Beberapa di antaranya:
1. Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina
Jumlah pengungsi: 33 KK 137 jiwa.
2. Masjid Jami Ittihadul Ikhwan Kampung Melayu
Jumlah pengungsi: 24 KK, 74 jiwa
3. SDN 01/02 Kampung Melayu
Jumlah pengungsi: 37 KK, 119 jiwa
4. Masjid Al-Hawi Cililitan
Jumlah pengungsi: 3 KK, 11 jiwa
5. Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang
Jumlah pengungsi: 11 KK, 30 jiwa
6. Masjid Al Ridwan Jatipadang
7. Mushollah Sibili Jatipadang
Jumlah pengungsi: 23 KK, 75 jiwa
8. Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke
Jumlah pengungsi: 10 KK, 20 jiwa
9. Musholla Kelurahan Kedoya Selatan
Jumlah pengungsi: 12 KK, 37 jiwa
10. RPTRA Segas Karet Tengsin
11. Masjid Nurul Huda Karet Tengsin
12. Masjid Al Muhajirin Karet Tengsin
Jumlah Pengungsi: 44 KK, 156 jiwa
13. Masjid Al Muqorobbin Cipinang Melayu
14. Masjid Universitas Borobudur
15. Masjid Al Hidayah Cipinang Melayu
16. Posko Pengungsi Tenda BPBD
17. RW. 10
Jumlah pengungsi: 95 KK, 337 jiwa.
"Kami menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/7).
Sebelumnya, Di Kebon Pala, Jakarta Timur, air sempat mencapai 180 cm dan menggenangi RT 11, RT 12, dan RT 13 RW 04. Sebagian warga memilih bertahan, sementara lainnya dievakuasi ke SDN Kampung Melayu dan Masjid Ittihadul Ikhwan.
7. Pompa air dan pintu air dioperasikan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan sejumlah pompa air dan membuka pintu air guna mempercepat aliran air dan mempercepat proses surut.
"Saya secara langsung berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan sekarang proses penanganan sedang dilakukan di lapangan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (6/7).
Ia menyebut curah hujan tinggi di wilayah Bogor dan sekitarnya yang mencapai lebih dari 200 mm turut memperparah kondisi banjir di Jakarta.
8. Sejumlah wilayah surut pada Senin pagi
Hingga Senin pagi (7/7), banjir mulai surut di sejumlah wilayah Jakarta dan Depok. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan intens memantau seluruh wilayah sejak malam hingga dini hari.
"Satu persatu Wali Kota Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, saya kontrol satu-satu sampai dengan jam 3 pagi pun, kami masih berkomunikasi dan alhamdulillah kalau melihat apa yang dilakukan di Jakarta, sekarang ini banjir tinggal sedikit ada di Jakarta Timur dan sedikit di Barat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok Denny Romulo memastikan delapan wilayah di Harjamukti, Cimanggis, Depok yang sebelumnya terendam kini sudah surut.
"Pagi ini sudah surut semuanya," kata dia saat dikonfirmasi wartawan.
Sebelumnya delapan titik tersebut termasuk:
• Fatukhoir RT 04/07
• Sarinembah RT 05/03
• Perumahan Paradesa RT 08/03
• Blok C Perum Raplesia
• Perum PMC 2 RT 05/03
• Perum Sriwedari RW 12
• Terowongan Tol Jagorawi Karnos RW 09
• Kampung Baru
Sebanyak 30 KK dilaporkan terdampak banjir di kawasan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jabodetabek sejak akhir pekan lalu menyebabkan ratusan RT terendam, ribuan warga mengungsi, hingga menimbulkan korban jiwa.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya siaga mengatasi potensi banjir beberapa hari ke depan.
Pramono mengatakan berdasar perkiraan dari BMKG, ada kemungkinan Jakarta diguyur hujan dan terjadi rob.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari ramalan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, ada kemungkinan satu-dua hari ini ada rob, permukaan air naik dan sekaligus ada hujan, dan itu saya sudah meminta kepada Ibu Ika (Kepala Dinas SDA) dan teman-teman, kita standby untuk mengatasi itu," kata Pramono di Cakung, Jakarta Timur, Senin (7/7).
Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru seputar banjir yang terjadi hingga Senin (7/7):
1. Ratusan RT di Jakarta terendam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Senin (7/7) pagi, total 109 RT dan tiga ruas jalan di Jakarta masih tergenang banjir. Wilayah terdampak mencakup Jakarta Pusat, Selatan, Timur, dan Barat.
Di Jakarta Pusat, banjir melanda 17 RT di Kelurahan Karet Tengsin dengan ketinggian air 30-40 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Jakarta Barat mencatat 15 RT tergenang, tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke (4 RT, 40 cm), Rawa Buaya (5 RT, 70 cm), Kedoya Selatan (4 RT, 30-60 cm), Kembangan Selatan (1 RT, 60 cm), dan Kembangan Utara (1 RT, 30 cm). Penyebabnya serupa, yakni hujan deras dan luapan Kali Angke serta Kali Pesanggrahan.
Di Jakarta Selatan, banjir merendam 30 RT, termasuk di Pela Mampang (13 RT, 30-150 cm), Rawajati (7 RT, 80-100 cm), Pejaten Timur (4 RT, 50 cm), Kebon Baru (2 RT, 35-70 cm), dan beberapa RT di Pengadegan, Jatipadang, serta Tanjung Barat. Mayoritas akibat luapan Kali Ciliwung dan Krukut.
Sementara Jakarta Timur mencatat wilayah terdampak terbesar, yakni 47 RT. Di antaranya berada di Bidara Cina (14 RT, 180-210 cm), Kampung Melayu (4 RT, 155 cm), Cawang (7 RT, 100 cm), Cipinang Melayu (15 RT, 150 cm), dan beberapa RT lainnya. Penyebab utama adalah luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter.
Tiga ruas jalan juga tergenang:
• Jalan Adi Karya, Kedoya Selatan, Jakarta Barat (15 cm)
• Gang H Musanif, Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat (45 cm)
• Jalan Cipinang Indah (SMK Penabur), Pondok Bambu, Jakarta Timur (15 cm)
Sebelumnya, banjir juga membuat ruas Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur tak bisa dilalui karena genangan setinggi 50 cm. Di Jalan Daan Mogot, tepatnya depan Victoria Residence dan Samsat, kendaraan hanya dapat melintas satu lajur akibat banjir setinggi 30-40 cm.
2. Longsor dan banjir di Bogor, 3 meninggal
Hujan deras sejak Sabtu (5/7) memicu longsor dan banjir di Kabupaten Bogor. Sebanyak 18 kecamatan dan 33 desa terdampak bencana, menurut laporan BPBD Jawa Barat.
"Data sementara dari BPBD, total 18 kecamatan dan 33 desa terdampak. Longsor terjadi di 21 titik, sementara banjir dilaporkan di tujuh titik. Kami terus bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, Minggu (6/7).
BPBD mencatat tiga korban meninggal dunia yang berasal dari Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua. Sejumlah infrastruktur dan rumah warga juga rusak.
Beberapa warga di Kecamatan Babakan Madang sempat terjebak di jalur pendakian namun telah berhasil dievakuasi dengan selamat.
3. Hujan deras dan luapan kali penyebab utama
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan menjelaskan banjir terjadi akibat hujan deras sejak Sabtu (5/7) yang menyebabkan beberapa pintu air, termasuk Bendung Katulampa dan Pos Depok, berstatus Siaga III atau Waspada.
Luapan Kali Ciliwung juga menjadi salah satu penyebab banjir menggenang.
"Untuk penyebab, curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung," kata Yohan saat dikonfirmasi Minggu (6/7).
4. Tangerang dan Tangsel dikepung banjir
Sejumlah wilayah di Tangerang Selatan dilaporkan terendam akibat hujan deras dan saluran drainase yang meluap pada Minggu (6/7). BPBD mencatat sebagian wilayah sudah surut, sementara lainnya masih terendam.
Di Kabupaten Tangerang, banjir akibat luapan Sungai Cisadane berdampak pada 2.275 warga di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung. Ketinggian air mencapai 40-60 cm.
"Banjir diakibatkan oleh luapan aliran Sungai Cisadane, karena curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (5/7) hingga Minggu dini hari tadi," ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara ketika dikonfirmasi, Tangerang, Minggu (6/7)
Sebanyak 702 KK di lima RT terdampak. Di antaranya:
• RT 12 RW 06: 200 KK (657 jiwa)
• RT 13 RW 07: 125 KK (375 jiwa)
• RT 14 RW 07: 137 KK (421 jiwa)
• RT 15 RW 08: 120 KK (450 jiwa)
• RT 16 RW 08: 120 KK (372 jiwa)
"Banjir yang menggenangi tiga RW tersebut terjadi sejak pukul 05.00 WIB, dengan ketinggian air hingga mencapai 60 sentimeter," ujarnya.
Berita lainnya di halaman berikutnya...
Banjir Rendam Jalan Tol
Hujan deras juga menyebabkan genangan di ruas Tol Jakarta Cikampek di area Cawang. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
5. Tol Japek tergenang, lalu lintas macet
Hujan deras juga menyebabkan genangan di ruas Tol Jakarta Cikampek di area Cawang. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, banjir menyebabkan kemacetan panjang.
"(Banjir) enggak terlalu tinggi, cuma melambat, karena melambat itu yang membuat mengekor. Saat ini sudah mengalir Japek sudah mulai, masih upaya diurai," kata Komarudin, Minggu (6/7).
Pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas dan mengarahkan kendaraan pendek untuk menghindari genangan. Beberapa kendaraan bahkan dialihkan atau diputar balik.
"Kami harus masuk ke dalam air untuk meyakinkan pengendara bahwa jalur bisa dilintasi sehingga pengendara bisa mengukur ketinggian kendaraannya. Cuma untuk kendaraan pendek kami tidak menyarankan, makanya tadi kami bagi," tambahnya.
"Jadi untuk Kendaraan pendek tadi kami bagi alihkan termasuk juga tadi ada beberapa yang kita putar balikan. Nah ini salah satu menyumbat," lanjutnya.
6. Hampir 1.000 warga mengungsi di Jakarta
BPBD DKI mencatat 996 warga mengungsi ke 17 lokasi karena rumah mereka terendam. Lokasi pengungsian tersebar di kelurahan, masjid, hingga sarana pendidikan.
Beberapa di antaranya:
1. Aula Kantor Kelurahan Bidara Cina
Jumlah pengungsi: 33 KK 137 jiwa.
2. Masjid Jami Ittihadul Ikhwan Kampung Melayu
Jumlah pengungsi: 24 KK, 74 jiwa
3. SDN 01/02 Kampung Melayu
Jumlah pengungsi: 37 KK, 119 jiwa
4. Masjid Al-Hawi Cililitan
Jumlah pengungsi: 3 KK, 11 jiwa
5. Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang
Jumlah pengungsi: 11 KK, 30 jiwa
6. Masjid Al Ridwan Jatipadang
7. Mushollah Sibili Jatipadang
Jumlah pengungsi: 23 KK, 75 jiwa
8. Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke
Jumlah pengungsi: 10 KK, 20 jiwa
9. Musholla Kelurahan Kedoya Selatan
Jumlah pengungsi: 12 KK, 37 jiwa
10. RPTRA Segas Karet Tengsin
11. Masjid Nurul Huda Karet Tengsin
12. Masjid Al Muhajirin Karet Tengsin
Jumlah Pengungsi: 44 KK, 156 jiwa
13. Masjid Al Muqorobbin Cipinang Melayu
14. Masjid Universitas Borobudur
15. Masjid Al Hidayah Cipinang Melayu
16. Posko Pengungsi Tenda BPBD
17. RW. 10
Jumlah pengungsi: 95 KK, 337 jiwa.
"Kami menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/7).
Sebelumnya, Di Kebon Pala, Jakarta Timur, air sempat mencapai 180 cm dan menggenangi RT 11, RT 12, dan RT 13 RW 04. Sebagian warga memilih bertahan, sementara lainnya dievakuasi ke SDN Kampung Melayu dan Masjid Ittihadul Ikhwan.
7. Pompa air dan pintu air dioperasikan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan sejumlah pompa air dan membuka pintu air guna mempercepat aliran air dan mempercepat proses surut.
"Saya secara langsung berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan sekarang proses penanganan sedang dilakukan di lapangan," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu (6/7).
Ia menyebut curah hujan tinggi di wilayah Bogor dan sekitarnya yang mencapai lebih dari 200 mm turut memperparah kondisi banjir di Jakarta.
8. Sejumlah wilayah surut pada Senin pagi
Hingga Senin pagi (7/7), banjir mulai surut di sejumlah wilayah Jakarta dan Depok. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan intens memantau seluruh wilayah sejak malam hingga dini hari.
"Satu persatu Wali Kota Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, saya kontrol satu-satu sampai dengan jam 3 pagi pun, kami masih berkomunikasi dan alhamdulillah kalau melihat apa yang dilakukan di Jakarta, sekarang ini banjir tinggal sedikit ada di Jakarta Timur dan sedikit di Barat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok Denny Romulo memastikan delapan wilayah di Harjamukti, Cimanggis, Depok yang sebelumnya terendam kini sudah surut.
"Pagi ini sudah surut semuanya," kata dia saat dikonfirmasi wartawan.
Sebelumnya delapan titik tersebut termasuk:
• Fatukhoir RT 04/07
• Sarinembah RT 05/03
• Perumahan Paradesa RT 08/03
• Blok C Perum Raplesia
• Perum PMC 2 RT 05/03
• Perum Sriwedari RW 12
• Terowongan Tol Jagorawi Karnos RW 09
• Kampung Baru
Sebanyak 30 KK dilaporkan terdampak banjir di kawasan tersebut.


