Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengadakan renovasi Sekolah Rakyat (SR) di berbagai lokasi di Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap program penyediaan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Renovasi tahap 1 sebanyak 165 SR akan segera selesai seluruhnya dan dapat digunakan proses belajar mengajar pada awal September 2025. Salah satu yang sudah berjalan adalah SR Menengah Pertama (SRMP) 26 di Kota Ternate, Maluku Utara, yang ditinjau langsung oleh Menteri PU, Dody Hanggodo.
"Saya tadi cek ruang kelas, asrama siswa, ruang makan. Bangunan SRMP 26, alhamdulillah bagus. SR ini memiliki 48 siswa terdiri 30 laki-laki dan 18 perempuan. Masing-masing disediakan dia asrama." kata Dody Hanggodo dalam peninjauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah Rakyat di Provinsi Maluku Utara dihadirkan sebanyak 5 lokasi, terdiri dari Tahap 1a dengan 2 lokasi yang telah selesai dan beroperasional, yakni SRMP 26 Kota Ternate dan IPWL Kota Sofifi.
Adapun tahap 1b berlokasi di Bangunan Panti Asuhan, Kecamatan Tobeli, Kabupaten Halmahera Utara (SMP), dan Tahap 1c berlokasi di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kota Sofifi ( SD ), dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kota Ternate (SD).
Dalam peninjauan, Dody berpesan kepada para siswa untuk selalu rajin belajar agar dapat menggapai cita-cita.
SRMP 26 Kota Ternate berkapasitas 2 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari asrama putra dan putri, asrama guru, dapur umum, mushola, rumah dinas guru, ruang kelas, kantor, dan laboratorium komputer.
Kehadiran SRMP 26 Kota Ternate menjadi bukti hadir negara dalam menyiapkan sarana pendidikan berkualitas, termasuk asrama, fasilitas belajar, serta sarana pendukung untuk mencetak agen perubahan dari keluarga kurang mampu di Maluku Utara.
Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pilar penting dalam pemerataan pendidikan, sekaligus pengentasan kemiskinan termasuk di daerah 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil) dan wilayah Indonesia Timur.
(rea/rir)