Presiden Prabowo Subianto meminta pimpinan DPR RI untuk mengundang tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk berdialog bersama dan mendengarkan aspirasi mereka.
Imbauan ini sebagai respons atas meluasnya unjuk rasa sejak awal pekan hingga Sabtu (30/8) malam. Di beberapa kota, kondisi ini diduga dimanfaatkan oleh kelompok massa tak dikenal untuk merusak fasilitas umum.
"Saya akan meminta pimpinan DPR untuk mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi agar diterima dengan baik," ujar Prabowo dalam konferensi Pers di Istana Negara (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo hari ini mendadak memanggil para ketua umum partai yang anggotanya duduk di DPR. Hadir di antaranya mulai dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia hingga Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Lihat Juga : |
Prabowo menegaskan dalam pertemuan ini, para ketum partai sudah memberikan laporan dan berjanji mengambil tindakan tegas terhadap anggota partai mereka yang duduk di bangku parlemen dan menyampaikan pertanyaan keliru sehingga mengundang kemarahan publik.
"Langkah tegas yang dilakukan parpol dicabut dari keanggotaannya sebagai anggota DPR. Para ketum sudah menyampaikan melalui ketua fraksi bahwa anggota DPR harus peka dan selalu berpihak pada rakyat," kata Prabowo.
Tak hanya itu, tuntutan masyarakat agar tunjangan anggota dewan, termasuk rumah hingga besar yang besarannya fantastis untuk dievaluasi akan dilakukan.
"Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," tegasnya.