NST 2026 Jadi Pilar Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 20:00 WIB
Sebanyak 14.582 siswa mengikuti seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara dengan menggunakan NST 2026.
Sebanyak 180 siswa akan masuk SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua. (Arsip Polri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Sekolah unggulan berasrama yang diinisiasi Polri dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) ini menggunakan Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 sebagai instrumen utama dalam seleksi penerimaan siswa baru.

Seleksi dilakukan secara berjenjang melalui Polda di daerah dengan menyaring 20 persen nilai tertinggi. Nantinya 400 peserta terbaik akan bersaing di seleksi pusat Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang untuk memperebutkan 180 kursi calon pemimpin masa depan bangsa.

Rangkaian seleksi nasional ini diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST)/Tes Potensi Akademik (TPA) yang digelar pada Sabtu (10/1) pagi, bertempat di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menkomdigi Meutya Hafid, serta Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analisa kebijakan Dirgayuza Setiawan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan pelaksanaan seleksi hari ini menjadi momentum penting yang memperlihatkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program penjaringan talenta nasional.

Bersama Dirgayuza Setiawan selaku Ketua Pembina YPKBI, Wakapolri menegaskan antusiasme dan semangat bersama dalam menyukseskan seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

"Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini karena kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital menjadi dukungan nyata terhadap program seleksi yang kami gelar," ujar Wakapolri dalam keterangan resmi.

Menurutnya, kehadiran kedua menteri tersebut mencerminkan keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kualitas, keadilan, dan keberlanjutan.

Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, bersama Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menkomdigi Meutya Hafid, serta Asisten Khusus Presiden bidang komunikasi dan analisa kebijakan Dirgayuza Setiawan. (dok. Polri)Wakapolri saat memantau seleksi angkatan kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara. (dok. Polri)

Melalui NST, proses seleksi dirancang tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta. NST digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi.

NST juga diposisikan sebagai fondasi awal bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma, yang menuntut kapasitas analitis, literasi global, serta kemandirian berpikir.

Dengan pendekatan ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan unggulan berasrama, tetapi juga sebagai sarana pemetaan talenta nasional secara berkelanjutan.

Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia.

Polri, bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan, berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, dan relevan dengan tantangan masa depan, sebagai bagian dari kontribusi nyata institusi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(har)