Cerita Warga Ambon Panik Usai Guncangan Gempa Bikin Rumah Bergoyang
Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Maluku Tengah, Maluku, pada Sabtu (17/1) pagi. Guncangan yang cukup kuat ini sempat memicu kepanikan warga di Kota Ambon dan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awalnya mencatat gempa tersebut berkekuatan M 5,5 pada pukul 08.50 WIT, namun kemudian memperbarui parameter menjadi M 5,2.
Guncangan gempa ini dirasakan nyata oleh warga. Di kawasan pegunungan, bangunan rumah dilaporkan bergoyang, sementara benda dan barang seperti kursi, pintu, hingga dinding dan atap rumah ikut bergetar.
Ragwan, seorang ibu rumah tangga di kawasan Air Kuning, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menceritakan kepanikannya saat gempa terjadi. Ia yang kala itu tengah bersiap memasak di dapur langsung berlari keluar rumah.
"Gempa terjadi saat saya di dapur. Saya langsung panik dan berlari turun melewati tangga," ujar Ragwan.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 3,26° Lintang Selatan (LS) dan 128,72° Bujur Timur (BT). Lokasi pusat gempa berada di darat, tepatnya 26 kilometer arah Barat Laut Maluku Tengah, pada kedalaman 59 kilometer.
Kepala BMKG menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1).
Guncangan gempa ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang beragam:
- Skala III-IV MMI: Dirasakan di Amahai, Liang, dan Kairatu (Kabupaten Seram Bagian Barat). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
- Skala II-III MMI: Dirasakan di Kota Ambon, Seram Utara, hingga Sorong (Papua Barat Daya). Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas.
Meskipun pusat gempa berada di kedalaman dangkal dan guncangan terasa cukup luas, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 09.15 WIT, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Otoritas setempat juga belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat peristiwa ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam rumah.
(sai/wiw)