Korban Guru SD Cabul Tangsel Murid Laki-laki, Aksinya Direkam Ponsel
Guru SD Negeri 01 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial YP (54) kerap mendokumentasikan aksinya saat melakukan pencabulan terhadap anak didiknya.
Hal tersebut diketahui dari telepon selular (ponsel) milik terduga pelaku yang disita polisi.
"Kita masih dalami terhadap ponsel tersebut, karena dari hasil pemeriksaan memang setelah melakukan perbuatan terduga pelaku mendokumentasikannya di ponsel tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (20/1).
Wira menuturkan, saat ini pihaknya telah menyita ponsel tersebut sebagai barang bukti, serta akan mendalami kasus tersebut.
"Kita juga akan membawa ponsel tersebut ke Puslabfor Polri, untuk kita dalami apa saja yang ada di dalam ponsel tersebut," kata Wira.
Wira menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, para korbannya semua berjenis kelamin laki-laki. Pihaknya pun saat ini telah melakukan penyitaan terhadap akun media sosial milik terduga pelaku.
"Korban yang teridentifikasi adalah laki-laki. Kita juga sudah lakukan penyitaan terhadap media sosial terduga pelaku, di mana keseluruhannya memposting beberapa foto-foto anak-anak, kita lakukan penguncian terhadap media sosial, karena banyak foto-foto anak yang kita juga belum tahu apakah ini sebagai korban pelecehan atau tidak," jelas Wira.
Wira menambahkan, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan psikologis terhadap terduga pelaku.
"Kita periksa psikologisnya yang sudah kita jalani untuk terduga pelaku dari tadi malam, hingga saat ini pun kita masih lakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku," ungkap Wira.
YP ditangkap pada Senin (19/1) sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya usai keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tangsel.
Berdasarkan laporan awal, jumlah korban tercatat sebanyak sembilan anak. Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh penyidik, polisi menemukan adanya korban lain.
"Pada saat pembuatan laporan terdapat sembilan korban. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kami mengidentifikasi sehingga menjadi 16 korban," kata dia.
(arl/gil)