Hide Ads

Kapolri: Program Smart City Jadi Pusat Komando dan Kendali Kepolisian

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 22:44 WIB
Kapolri Jenderal Sigit Prabowo menekankan Program Smart City sebagai pilar transformasi kepolisian, meningkatkan pelayanan berbasis teknologi dan responsif.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Program Smart City menjadi salah satu pilar utama transformasi pelayanan kepolisian yang berbasis teknologi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Program Smart City menjadi salah satu pilar utama transformasi pelayanan kepolisian yang berbasis teknologi.

Sigit mengatakan program itu dirancang menjadi pusat komando dan kendali untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang terintegrasi, cepat dan berbasis data.

Sigit mengklaim Smart City juga berfungsi sebagai penghubung berbagai sistem, perangkat dan pemangku kepentingan dalam memberikan layanan kepolisian kepada masyarakat secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program Smart City kami tempatkan sebagai pusat komando dan kendali untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara terintegrasi, cepat, dan berbasis data," ujarnya dalam Raker dengan Komisi III DPR, Senin (26/1).

Dalam pelaksanaannya, Smart City bertugas sebagai monitoring dan command center yang memungkinkan fungsi komando, kendali, komunikasi, serta penyediaan informasi pelayanan masyarakat berjalan secara real time.

Dengan sistem itu, kata dia, penanganan situasi di lapangan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan terukur.

Lebih lanjut, ia mengatakan dukungan teknologi juga disiapkan lewat penyediaan platform yang memungkinkan integrasi data lintas sistem, pemantauan kondisi lapangan, serta analisis situasi secara menyeluruh.

Sigit menyebut, manfaat Smart City dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung penanggulangan permasalahan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Pemanfaatan sistem digital, pemantauan berbasis CCTV, serta analitik data memungkinkan deteksi dini, pencegahan potensi gangguan, dan percepatan penanganan kejadian di lapangan," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sigit, pengembangan Smart City berbasis Road Safety Policing menjadi bagian dari implementasi program tersebut.

Fokusnya adalah peningkatan keselamatan berlalu lintas dan pengelolaan mobilitas masyarakat melalui integrasi data lalu lintas serta pemetaan wilayah rawan kecelakaan.

"Integrasi data lalu lintas dan pemetaan wilayah rawan memungkinkan rekayasa lalu lintas yang lebih tepat, sekaligus menurunkan risiko kecelakaan pada titik-titik kritis," tuturnya.

Melalui Program Smart City dan dukungan solusi teknologi yang terintegrasi, Sigit menegaskan pelayanan kepolisian ke depan akan semakin responsif, modern dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

"Program Smart City menjadi fondasi penting dalam penguatan kamseltibcarlantas dan kamtibmas secara berkelanjutan, serta menunjukkan peran teknologi sebagai enabler dalam transformasi layanan publik," pungkasnya.

(fra/tfq/fra)


[Gambas:Video CNN]