Kapolres Kena Panah saat Bentrok Pecah di Kota Tual

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 07:20 WIB
Kapolres Kota Tual AKBP Whansi Des Asmoro terkena panah saat melerai bentrok massa dua desa, Selasa (24/2) sore.
Kapolres Kota Tual AKBP Whansi Des Asmoro terkena panah saat melerai bentrok massa dua desa, Selasa (24/2) sore. (Foto: CNN Indonesia/Said)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bentrok pecah di Kota Tual, Maluku, antara Desa Fiditan Baru dan Desa Fiditan Lama, Kecamatan Dullah Utara, Selasa (24/2) sore.

Warga dua kampung tetangga itu turun ke jalan dan berkumpul di perbatasan dengan membawa peralatan perang seperti, busur panah, parang dan bom molotov.

Mereka saling serang dengan senjata tajam, bom molotov hingga melepaskan busur panah. Aparat kepolisian Polres Tual yang tiba di lokasi berusaha untuk melerai massa bentrok. Aparat sempat melepaskan tembakan gas air mata di kerumunan massa guna membubarkan massa yang bertikai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Kota Tual AKBP Whansi Des Asmoro dilaporkan terluka setelah terkena busur panah di kaki kiri saat hendak melerai bentrokan sekitar pukul 17:30 WIT.

Kepala Polsek Dullah Utara Inspektur Polisi Satu Elyas membenarkan bentrokan tersebut. Ia bilang akibat bentrokan itu satu rumah dibakar, satu orang warga terluka panah dan Kapolres Tual ikut terluka.

Saat ini, kata dia, Kapolres Tual sudah tertangani di RS. Busur panah yang menembus kaki kiri telah dicabut tim dokter.

Sementara seorang warga bernama Rizki Taweatubun (19) mengalami luka panah di kaki dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun.

Bentrokan bermula dari saling sindir warga di media sosial. Setelah saling sindir, warga kemudian mengonsumsi minuman keras (miras) tradisional jenis sopi. Mereka kemudian beraksi dan membakar satu rumah penduduk pada Senin (23/2) malam.

Warga sempat datang ke lokasi kebakaran rumah. Bentrokan pun pecah dan saling serang, mereka saling melepaskan busur panah hingga melepaskan bom molotov.

"Mereka saling sindir di medsos, lalu mabuk lalu beraksi, rumah yang dibakar kosong, tidak ada penghuni," kata Elyas saat dikonfirmasi CNN Indonesia,com. Selasa (24/2) malam.

Satu keluarga yang terdiri dari sang ibu dan anak-anak perempuan terlihat panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri setelah mendengar bom molotov meletus tak jauh dari rumah mereka.

Bentrokan pun meluas hingga pagi hari. Warga mulai berkumpul di perbatasan dan saling serang. Elyas berkata, bentrokan sempat pecah tiga kali dalam sehari atau Selasa (24/2).

Elyas mengklaim aparat berhasil menguasai wilayah perbatasan dan berhasil memukul mundur massa bentrok setelah jam berbuka puasa. Saat ini, kata dia situasi diklaim sudah berangsur kondusif.

"Situasi sementara kondusif," ujar Elyas. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengungkap kronologi panah menancap di tubuh Kapolres Kota Tual.

Kata dia peristiwa bermula sekitar pukul 16:59 WIT. Saat massa dua desa saling serang, Wakil Polres Tual Kompol Roni F. Manawan bersama personel Dalmas turun ke lokasi untuk melerai dan mengajak massa berdialog menyudahi bentrok.

Kepala Polres Tual AKBP Whansi Des Asmoro lantas mengambil alih kendali lapangan guna memastikan langkah penanganan berlangsung proporsional dan mengedepankan keselamatan masyarakat.

Namun, Asmoro mengalami luka setelah terkena busur panah di bagian lutut kaki kiri saat hendak berusaha melerai massa bentrok. Tak hanya Kapolres, warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga dilaporkan mengalami luka di bagian kaki.

"Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (24/2).

Rositah menambahkan untuk mencegah bentrokan susulan pihaknya menerjunkan BKO dari Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku. Mereka akan menjaga ketat dua titik yang menjadi lokasi bentrok.

Saat ini, Rositah mengklaim situasi di wilayah perbatasan desa sudah berangsur membaik sekitar pukul 18:10 WIT.

Massa dari kedua desa yang bertikai mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Meski diklaim kondusif, aparat tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi provokasi.

(sai/wis)


[Gambas:Video CNN]