Timur Tengah Membara, Prabowo Siap ke Teheran Jadi Fasilitator Dialog

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 17:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator dialog di tengah tegang AS, Israel dan Iran. Prabowo bahkan siap bertolak ke Teheran, Iran. (Dok. Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator dialog di tengah kondisi tegang dan membara di kawasan Timur Tengah menyusul konfirmasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Prabowo bahkan siap bertolak ke Teheran, Iran.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," dikutip dari akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2).

Pemerintah Indonesia menyesalkan perundingan AS dan Iran yang gagal dan berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai," tulis Kemlu.

"WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat," sambungnya.

Israel dan AS meluncurkan serangkaian serangan gabungan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Israel menyebut serangan itu menargetkan fasilitas kepresidenan, kantor-kantor kementerian, hingga fasilitas militer Israel.

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya mengatakan sangat mendukung serangan besar-besaran ke Iran dan berjanji menghancurkan angkatan laut dan situs rudal Iran.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim serangan ini bertujuan "menghilangkan ancaman eksistensial".

Iran tidak diam dan melancarkan balasan.

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap empat pangkalan militer AS di Timur Tengah pada Sabtu (28/2).

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, seperti dikutip dari CNN, IRGC mengonfirmasi rentetan serangan rudal tersebut menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain.

(ryn/agt)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK