Kompolnas: Ada Luka Tembak Tembus di Tubuh Remaja Makassar

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 07:52 WIB
Anggota Kompolnas Choirul Anam memastikan Betrand (18) meninggal akibat tembakan polisi. Unjuk rasa mahasiswa menuntut keadilan Betrand berujung bentrok.
Unjuk rasa mahasiswa terkait kasus kematian Betrand (18) setelah ditembak oleh Iptu N di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) berakhir bentrok dengan pengemudi ojek online, Kamis (5/3) malam. (CNN Indonesia/Ilham)
Makassar, CNN Indonesia --

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam memastikan bahwa Betrand Eka Prasetyo (18) meninggal dunia setelah terkena tembakan dari senjata api milik Iptu N saat membubarkan tawuran senjata mainan berpeluru jely di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Ada luka akibat tembakan, peluru masuk dan peluru keluar itu ada. Selain itu, memar di wajah tidak ada," kata Choirul di Makassar, Kamis (5/3).

Anam menerangkan bahwa dalam medis antara lebam dan memar itu terdapat perbedaan. Jika terdapat lebam pada mayat atau jenazah, menurutnya hal itu terjadi karena waktu jenazah yang sudah meninggal sudah terjadi beberapa jam berlalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kami pastikan, kami melihat utuh, jenazah sebelum diapa-apain, kami juga mendapatkan informasi dari dokter bahwa tidak ada memar dan tidak ada luka, artinya hanya luka tembakan di tubuh korban saja," ujarnya.

Keterangan dari dokter forensik tersebut, kata Anam, pihaknya memastikan tidak ada luka memar atau luka akibat tindak kekerasan pada tubuh korban, hanya luka tembakan saja.

"Itu penting untuk memastikan kondisi jenazah apakah mengalami luka lainnya atau luka tembakan. Sepanjang kami dapatkan memang hanya luka tembakan," jelasnya.

Choirul mengatakan pihak keluarga korban meminta kepada Kompolnas agar kasus ini dapat ditangani dan diselesaikan secara transparan.

"Kemarin kami juga sudah bertemu dengan pihak keluarga, mereka berharap proses penegakan hukum tetap berjalan dan itu sudah dijawab, salah satunya dengan proses hukum berjalan, karena statusnya sudah tersangka," ujarnya.

Demo ricuh

Unjuk rasa mahasiswa terkait kasus kematian Betrand (18) setelah ditembak oleh Iptu N di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) berakhir bentrok dengan pengemudi ojek online.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, bentrokan tersebut dipicu saat sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Jalan AP Pettarani, sambil membakar ban bekas dan memblokade jalan hingga menimbulkan kemacetan panjang ketika menjelang waktu berbuka puasa.

"Tadi ada unjuk rasa sama mahasiswa dari UNM di depan, terus bakar ban, kemudian berjalan.Orang kan mau buka puasa, mau terawih, tapi karena terganggu masyarakat, lalu ada ojol juga yang lewat," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, Kamis (5/3).

Namun, kata Arya, salah satu sepeda motor pengemudi ojek online menjadi sasaran pengrusakan saat melintas di lokasi, sehingga memicu sejumlah pengemudi ojol lainnya melakukan penyerangan ke para pendemo hingga kampus UNM dimasuki massa.

"Nah kebetulan pas ojolnya lewat ini, ada perselishan paham sampai motornya dirusak. Nah ini, kemudian menyuluh solidaritas dari teman-teman ojol yang ada di sini," ujarnya.

Petugas TNI bersama kepolisian tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan berupaya secara persuasif agar para ojol tersebut dapat meninggalkan kampus UNM.

"Kalau korban, ya ini apa, saya tidak paham ya. Tadi saya belum tahu persis peristiwanya, tapi yang jelas motor dirusak ya," katanya.

Situasi saat ini di depan kampus UNM setelah bentrok mahasiswa dengan pengemudi ojek online, sejumlah massa ojol masih bertahan dan pihak kepolisian masih melakukan pengamanan.

(fra/mir/fra)


[Gambas:Video CNN]