Pramono Jawab Kritik Baru Bereskan Ciliwung Usai Viral

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 15:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kritik soal penanganan sampah di Sungai Ciliwung baru dilakukan usai viral.
Pramono respons kritik bereskan Ciliwung usai viral. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Pramono Anung mengakui bahwa laporan viral dari masyarakat sangat membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam mempercepat penanganan masalah tumpukan sampah dan kekumuhan di Sungai Ciliwung.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menanggapi kritik terkait area sungai Ciliwung tepatnya di belakang Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang sempat kumuh hingga menjadi sarang nyamuk baru dibersihkan oleh petugas setelah ramai disorot publik.

"Tetapi memang saya harus akui, semakin diviralkan menurut saya semakin baik, sehingga kita segera menangani itu karena tidak semua daerah itu bisa dijangkau," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa lambatnya penanganan di beberapa titik juga disebabkan oleh fokus pemerintah yang saat ini sedang tersedot pada proyek penyelesaian di area lain.

Kendati demikian, ia memastikan progres proyek utama tersebut telah menunjukkan perkembangan pembebasan lahan yang signifikan.

"Yang pertama, dari segi luas cakupan, jangkauan memang cukup luas. Dan kemarin konsentrasi untuk Ciliwung ini kan sebenarnya normalisasi Sungai Ciliwung yang segmen Cawang. Dan alhamdulillah pembebasan tanahnya relatif sudah selesai," ujar Pramono.

Sebagai bentuk komitmen lanjutan untuk menanggulangi potensi banjir, Pramono juga telah menyetujui program pengerukan skala besar di titik temu antar sungai.

"Seperti yang kemarin waktu tempat yang dilakukan pengerukan untuk yang beberapa hari yang lau di pertemuan antara Ciliwung dan Krukut. Itu juga menjadi sumber air tidak bisa segera turun ke laut," ujar Pramono.

Langkah konkret ini, kata Pramono, ditargetkan rampung dalam waktu dekat demi memastikan sirkulasi air berjalan lancar tanpa hambatan.

"Maka dengan demikian saya sudah menyetujui kurang lebih 178.000 kubik yang mudah-mudahan akan diselesaikan dalam satu tahun ini dikeruk, supaya air dari Krukut maupun dari Ciliwung bisa turun ke laut," pungkas Pramono.

(kna/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]