May Day 2026, 6.678 Personel Gabungan Amankan Demo di DPR
Sebanyak 6.678 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demo untuk memperingati Hari Buruh atau May Day 2026 di depan Gedung DPR, Jumat (1/6).
Aksi demo itu digelar oleh Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah personel yang dilibatkan dalam pengamanan di sekitar DPR-MPR sejumlah 6.678 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan.
"Ini gabungan yang terdiri dari Kepolisian 4.633 personel, TNI 1.050 personel, Pemprov DKI 95 personel, PAMDAL 400 personel, dan Satuan Kamtibmas 500 orang," sambungnya.
Budi menyampaikan aksi demo itu diperkirakan diikuti 5.000 massa yang berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Banten hingga Jawa Barat.
Disampaikan Budi, rencananya perwakilan massa juga akan bertemu dengan pimpinan DPR pada siang nanti untuk menyampaikan aspirasi mereka.
"Pihak pimpinan DPR akan menerima perwakilan. Ini adalah suatu negosiasi, suatu hal yang diterima baik dari perwakilan DPR RI untuk bisa menerima perwakilan massa," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut pihaknya juga mengantisipasi jika ada kelompok perusuh yang menyusup dalam aksi demo buruh ini.
"Apabila dalam kegiatan ini terdapat komponen-komponen lain yang kami identifikasi sebagai tim perusuh, yang membuat keonaran dan memprovokasi, pihak kepolisian tidak akan segan-segan untuk mengamankan yang bersangkutan," tutur dia.
Budi menegaskan pihaknya hanya memberi ruang kepada massa aksi dari elemen buruh, masyarakat hingga mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kelompok-kelompok perusuh tidak akan kami beri ruang di wilayah DKI Jakarta. Tim Satsgas dan tim tindak penegakan hukum akan bekerja untuk meminimalisir serta mengamankan orang-orang yang membuat rusuh di wilayah Jakarta," kata Budi.
Sebelumnya, Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) menolak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (1/5).
Ketua Umum Konfederasi KASBI Sunarno menyatakan organisasinya bakal menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Selain itu, aksi tersebut juga akan diselenggarakan di banyak daerah.
"Bahwa kami dari Konfederasi KASBI bersama Aliansi GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat) akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Jakarta dengan estimasi massa sekitar 10.000 orang," ujar Sunarno melalui keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).
Sunarno menyatakan aksi tersebut merupakan inisiatif mandiri yang independen dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta di Monas yang sarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan.
"KASBI dan Aliansi GEBRAK tidak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas bareng Presiden karena kondisi perburuhan secara riil memang masih sangat memprihatinkan," tutur dia
"Di mana jaminan kepastian kerja atau status hubungan kerja buruh justru masuk dalam skema labour market flexibility, yaitu sistem kerja yang memberikan kelonggaran atas pemenuhan hak-hak normatif kaum buruh, atau sistem kerja yang mengarah pada informalisasi tenaga kerja," imbuhnya.
Lihat Juga : |
KASBI juga akan menyoroti tentang kembalinya gaya militerisme di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di ranah sipil.
Ia mencontohkan prajurit yang ikut mengurus dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Proyek Strategis Nasional (PSN), dan lain sebagainya yang sarat dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
"Bahkan, dalam menyikapi kritik dan pendapat rakyat yang berbeda pandangan sering kali menggunakan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat selama hampir 2 tahun terakhir," kata Sunarno.
(dis/chri) Add
as a preferred source on Google


