Gubernur John Tabo Minta Sikat Kelompok Masih Perang Suku di Wamena

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 02:05 WIB
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menegaskan tak boleh lagi terjadi perang suku di seluruh wilayah Papua Pegunungan (Papeg). Ilustrasi (ANTARA FOTO/IWAN ADISAPUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menegaskan tak boleh lagi terjadi perang suku di seluruh wilayah Papua Pegunungan (Papeg).

"Sesuai hasil kesempatan bersama mulai saat ini tidak boleh lagi ada perang suku di seluruh wilayah Papua Pegunungan," katanya di Wamena, Senin.

Menurut dia, perang suku tidak boleh lagi terjadi di Papua Pegunungan karena dapat merusak hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan persaudaraan antara seluruh masyarakat suku di daerah ini.

"Kami minta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas ketika masih ada masyarakat yang melakukan gerakan tambahan atau perang suku di wilayah Papua Pegunungan," ujarnya.

Dia menjelaskan ke depan sesuai arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk segera membuat rancangan peraturan daerah khusus (Raperdasus) dan rancangan peraturan daerah provinsi (Raperdasi) tentang pelarangan perang suku di wilayah Papua Pegunungan.

"Kami akan mengawal ini, sesuai arahan ibu Wamendagri RI Ribka Haluk bahwa Raperdasus dan Raperdasi harus dibuat oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan maka akan mendampinginya bersama-sama dengan Kemendagri," katanya.

Dia menambahkan ke depan penyelesaian masalah apapun yang berkaitan dengan hukum maka digunakan hukum positif tak boleh lagi menggunakan hukum adat.

"Masyarakat Papua Pegunungan yang berada di delapan kabupaten bahwa ke depan penyelesaian masalah apapun di wilayah ini harus menggunakan hukum positif sehingga tidak terjadi lagi perang suku," ujarnya.

Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Bentrok suku di Wamena melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), yang awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

"Berdasarkan data update terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang," kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini kepada detikcom, Minggu (17/5).

Polda Papua mengklaim situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan berangsur kondusif pasca terjadinya perang antarsuku.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan untuk menjaga stabilitas keamanan, aparat gabungan Polres Jayawijaya dan Sat Brimob Polda Papua masih disiagakan di tujuh titik strategis di wilayah Kota Wamena.

(antara/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK