Cerita dari Dualisme Prosesi 1 Suro Gegara Konflik Takhta Keraton Solo

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 10:47 WIB
Cerita dari Dualisme Prosesi 1 Suro Gegara Konflik Takhta Keraton Solo
Keluarga Keraton Solo saat prosesi menyambut tahun baru Jawa, 1 Suro BE 1960/2025 atau Selasa(16/6) malam. (CNN Indonesia/ Rosyid)
Solo, CNN Indonesia --

Dua kubu pengklaim takhta Keraton Surakarta menggelar kirab menyambut tahun baru Jawa, 1 Suro BE 1960/2025 di Solo, Jawa Tengah, atau Selasa(16/6) malam kemarin.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, kubu SISKS Paku Buwana (PB) XIV Mangkubumi dan SISKS PB XIV Purbaya sama-sama menggunakan Sasana Sewaka. Sementara itu, ribuan pendukung masing-masing kubu memenuhi area inti Kedhaton di sekitar Sasana Sewaka.

Berdasarkan pantauan di lokasi tampak Mangkubumi dan para pendukungnya duduk menghadap Timur, memunggungi Purbaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada malam tadi, kubu  Purbaya tiba-tiba batal menggelar pusaka-pusaka peninggalan Dinasti Mataram di Keraton Surakarta untuk Kirab Malam 1 Suro.

Pengageng Paran Parakarsa kubu PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat mengatakan keputusan tersebut diambil anak bungsu mendiang PB XIII Hangabehi atas pertimbangan keamanan pusaka.

"Dengan berbagai pertimbangan, termasuk prioritas keselamatan pusaka, maka Sihuhun PB XIV (Purbaya) memutuskan untuk tidak miosaken (mengeluarkan) pusaka malam hari ini," kata Adiningrat.

Menurutnya, pusaka-pusaka utama milik Keraton Surakarta wajib disimpan di Dalem Ageng Prabasuyasa. Ia memastikan ruangan tersebut terkunci rapat selama malam 1 Suro.

"Posisi Dalem Ageng, posisi tertutup. Meskipun ada upacara di dalam, tetapi pusaka tidak mios (keluar)," kata dia.

Meski tidak menggelar pusaka untuk kirab, kubu PB XIV Purbaya tetap menjalankan semua rangkaian upacara adat selama sepanjang malam 1 Suro. Adiningrat menjelaskan kirab pusaka, termasuk kerbau keturunan Kyai Slamet, hanya satu dari banyak upacara adat yang digelar Keraton untuk menyambut tahun baru Jawa itu.

"Peringatan malam 1 Suro itu bukan cuma kirab saja tetapi ada Kol (Haul) Dalem PB X, ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat di masjid pujasana dan lain-lain. Rangkaian upacaranya banyak sekali," kata dia.

Ia menambahkan pihaknya juga tidak memerintahkan abdi dalem untuk mengikuti kirab malam 1 Suro. Meski demikian, kata Adiningrat, PB XIV Purbaya tidak melarang abdi dalem yang ingin menjalani tradisi kirab tersebut.

"Bagi abdi dalem yang ingin bermunajat, ingin laku lampah (berjalan mengikuti kirab), dipersilakan," kata dia.

Sementara itu, kubu PB XIV Mangkubumi memastikan pihaknya tetap menggelar kirab seperti biasa. Kubu PB XIV Mangkubumi sendiri menggelar 14 pusaka untuk Kirab Malam 1 Suro tahun ini.

"Kemarin kami sudah mendengar kalau di sana (kubu PB XIV Purbaya) tidak mengeluarkan (pusaka). Ya sudah, kita yang mengeluarkan, walaupun kita tetap terbuka kalau mereka mau bersama-sama," kata dia.

Ia pun mengapresiasi semua pihak yang telah mengikuti prosesi adat 1 Suro dengan baik.

"Alhamdulillah berjalan dengan baik mudah-mudahan hikmat. Suasana yang bagus ini mudah-mudahan bisa kita pertahankan," kata dia.

Konflik takhta keraton Surakarta berlangsung antara kubu Purbaya dan kubu Mangkubumi terjadi semenjak SRI Susuhunan Pakubuwono XIII mangkat pada awal November 2025 lalu.

(syd/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]