Update Penyeberangan Bakauheni-Merak Saat Status Anak Krakatau Siaga

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 22:15 WIB
Gunung Anak Krakatau dalam status Siaga Level III. KSOP memastikan penyeberangan Bakauheni-Merak aman, namun imbauan kewaspadaan tetap berlaku.
Ilustrasi. Suasana di atas kapal penyeberangan dari pelabuhan Merak menuju Bakauheni di Selat Sunda.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Daftar Isi
Bandar Lampung, CNN Indonesia --

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung, memastikan operasional penyeberangan Bakauheni-Merak, Banten, dan sebaliknya masih berlangsung normal, aman, dan lancar  hingga Senin (6/7) ini.

Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda sejak beberapa waktu terakhir, dan kini statusnya Level III (Siaga). Status itu menandakan aktivitas vulkanik mengalami peningkatan sehingga potensi erupsi masih dapat terjadi.

"Jalur penyeberangan Bakauheni-Merak, masih berjalan aman dan lancar. Operasional kapal juga berjalan normal, dan masyarakat pengguna jasa penyeberangan tidak perlu khawatir," kata Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, Senin (6/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun tetap kami imbau untuk mengikuti informasi resmi dari otoritas resmi dan pemerintah," imbuhnya.

Menurutnya ada 28 unit kapal yang melayani jasa penyeberangan melalui tujuh dermaga yang beroperasi aktif di Pelabuhan Bakauheni.

Selain itu, dia menegaskan KSOP terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik gunung berapi Anak Krakatau  secara berkala.

Pemantauan intensif tersebut, dilakukan melalui wilayah kerja KSOP yang berada di Pulau Sebesi serta selalu mengacu pada data informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Setiap perkembangan aktivitas GAK, menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda--antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

"Kami terus memonitor perkembangan aktivitas GAK, dan kami juga mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM melalui PVMBG sebagai dasar memantau kondisi aktivitas GAK serta pengambilan langkah-langkah keselamatan pelayaran di Selat Sunda,"ujarnya.

Tetap Waspada

Meski aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni berlangsung aman dan lancar, KSOP telah mengumumkan kewaspadaan dini bagi seluruh pelaku pelayaran yang melintas di perairan Selat Sunda terkait peningkatan status Siaga gunung berapi GAK tersebut.

Dalam imbauan tersebut, para nakhoda kapal diminta untuk terus mewaspadai terhadap potensi letusan susulan gunung berapi, mulai dari lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan teknis terhadap alat navigasi kapal.

"Untuk meningkatkan kewaspadaan itu, operator dan nakhoda kapal diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah," ujar Suratno.

Tak hanya itu, KSOP juga mengingatkan kepada semua kapal dilarang mendekati kawasan GAK dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif selama status Level III (Siaga) masih diberlakukan.

Selain memperhatikan kondisi cuaca dan arah penyebaran abu vulkanik, setiap nakhoda diwajibkan memantau informasi terbaru dari PVMBG, BMKG, maupun Instansi terkait.

"Apabila ditemukan indikasi yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, nakhoda diminta segera melakukan manuver penghindaran dan melaporkan kepada vessel traffic service (VTS), Stasiun Radio Pantai atau Syahbandar terdekat," terangnya.

Kapal Nelayan dan Wisata

KSOP juga meminta kepada kapal nelayan tradisional maupun kapal wisata yang beroperasi di wilayah Lampung Selatan, terutama di sekitar Pulau Sebesi, Sebuku, dan kawasan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati kawasan GAK demi keselamatan pelayaran.

"Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat dan seluruh pengguna jasa pelayaran agar tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif hingga ada pemberitahuan lebih lanjut demi mengutamakan keselamatan," kata Suratno.

Situasi GAK Terkini

Sampai hari ini, Senin ini, kondisi Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga).

Masyarakat maupun kapal, terutama nelayan masih dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung api di perairan Selat Sunda tersebut.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurut hasil pemantauan sepanjang Senin (6/7) periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi, Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-19 detik, lalu 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm. 

(zai/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]