Sidang Blueray Ungkap Uang Ratusan Juta Buat Karaoke Pejabat Bea Cukai

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 17:17 WIB
Yohanes Setiawan, asisten Direktur PT Blueray Cargo, bersaksi di pengadilan tentang biaya hiburan untuk pejabat Bea Cukai, terkait kasus suap.
Ilustrasi. Yohanes Setiawan, asisten Direktur PT Blueray Cargo, bersaksi di pengadilan tentang biaya hiburan untuk pejabat Bea Cukai, terkait kasus suap. (Foto: CNN Indonesia/Yogi Anugerah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten Pribadi Direktur PT Blueray Cargo (Grup) John Field, Yohanes Setiawan, mengungkap biaya hiburan yang dicatat perusahaan dengan kode 'Sales 02' dan ditujukan untuk sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI.

Hal itu disampaikan Yohanes saat dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (14/7). Duduk sebagai terdakwa adalah Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Sisprian Subiaksono dan kawan-kawan.

Mulanya, jaksa bertanya kepada Yohanes mengenai dugaan penyiapan biaya hiburan. Yohanes menerangkan hal itu bukan penyiapan uang tunai, melainkan pengeluaran untuk kegiatan hiburan yang dicatat oleh bagian keuangan perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sifatnya bukan penyiapan sih pak, tapi lebih entertaint. Terus kita catat di divisi keuangan kita. Entertaint-nya dengan pihak Bea Cukai, dan di kantor kita disebutkan kodenya 'Sales 02'," ujar Yohanes di muka persidangan, Selasa (14/7).

Jaksa lantas menggali perihal fasilitas hiburan yang diberikan Blueray Cargo (Grup) serta sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai yang terlibat.

Yohanes mengungkapkan salah satu hiburan yang pernah ia ikuti berlangsung di Spectra Grand Mercure bersama Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Kata Yohanes, seluruh biaya hiburan tersebut dibayarkan menggunakan kartu kredit perusahaan.

"Contoh yang saya alami langsung adalah yang di Grand Mercure, karaoke dengan pak Orlando," tuturnya.

Yohanes menjelaskan kartu kredit tersebut sudah disiapkan perusahaan untuk menanggung seluruh tagihan fasilitas hiburan pejabat Ditjen Bea dan Cukai. Dia bilang hanya bertanggung jawab menangani urusan hiburan Orlando. Sementara untuk pejabat Ditjen Bea dan Cukai yang lain dilakukan oleh staf berbeda.

"Ratusan juta mungkin ya. Saya tidak bisa menyebutkan jumlah secara eksaknya pak," klaimnya.

Dalam surat dakwaannya, jaksa menyebut sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai menerima sejumlah uang dari John Field selaku pemilik, Dedy Kurniawan Sukolo selaku Manager Operasional Custom Clearance Pelabuhan, dan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi pada Blueray Cargo (Grup) sejumlah Rp61.743.597.000,00 dalam bentuk mata uang dolar Singapura (SGD) dan berupa fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1.846.221.515,00 atau setidak-tidaknya sejumlah itu.

Sisprian diduga menerima bagian uang sebesar Rp7 miliar; Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Rizal, menerima bagian sebesar Rp14 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura; dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan, menerima bagian Rp4,05 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan dan barang mewah senilai Rp1.516.221.515,00.

Uang-uang itu bertujuan agar Sisprian dkk mengupayakan barang impor milik Blueray Cargo (Grup) lebih cepat keluar dari proses pengawasan di bagian Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selain suap, ada dakwaan perihal perbuatan menerima gratifikasi yaitu menerima uang yang seluruhnya berjumlah Rp7.517.500.000,00; Sin$314.755; Sin$182.800; HKD4.700; RM8.100; atau setidak-tidaknya sejumlah itu dari beberapa pihak swasta, yakni pengusaha importir dan rokok serta pihak-pihak lainnya yang kegiatan usahanya berkaitan dengan Direktorat Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea dan Cukai.

(ryn/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]