Korban Meninggal Bentrok di Adonara Telah Dimakamkan
Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT telah dimakamkan, Sabtu (18/7).
Dua jenazah korban yang telah dimakamkan tersebut adalah Nayamudin Iskandar (21) warga Desa Waiburak dan Petrus Kopong Epit warga Desa Narasaosina. Keduanya adalah korban tewas saat terjadi bentrokan berdarah Sabtu (18/7) pagi.
Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina mengkonfirmasi hal itu saat dihubungi CNN Indonesia.com Sabtu (18/7) malam.
"Sudah dua korban (meninggal) yang dimakamkan oleh keluarga pada hari ini," ujarnya.
Dia menjelaskan untuk jenazah korban meninggal lainnya bernama Hope (60) warga Desa Narasaosina yang jenazahnya sempat terhalang saat akan dievakuasi sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
"Yang korban satunya sudah diserahkan kepada pihak keluarga oleh Forkopimda didampingi oleh personil kepolisian dan TNI kepada keluarga," kata Ketut.
Jenazah korban tersebut rencananya akan dimakamkan pada Minggu (19/7) oleh keluarga.
Jenazah korban bernama Hope warga Desa Narasaosina tersebut sempat terhalang saat akan dievakuasi oleh pihak medis dan aparat kepolisian karena terhalang oleh ratusan massa.
Jenazah tersebut tergeletak di tengah jalan Desa Waiburak dan menjadi perhatian masyarakat. Jenazah yang diduga tewas akibat dibacok saat terjadi bentrokan tersebut baru bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Adonara Timur setelah Forkopimda dan aparat kepolisian melakukan pendekatan dan negosiasi dengan tokoh-tokoh setempat.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pratama Adonara untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Dia menyatakan situasi keamanan di lokasi bentrokan sudah kondusif. Tapi untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan ada ratusan aparat TNI Polri yang masih disiagakan di lokasi bentrokan.
Disebutkannya, ada tiga pos pengamanan yang ditempati personil gabungan TNI/Polri. Ketiga pos yang ditempati personil keamanan tersebut antara lain di Pos Susteran, Pos Dusun Bele Desa Waiburak dan Pos Desa Narasaosina.
Bentrokan berdarah yang terjadi pada Sabtu (18/7) pagi sekitar pukul 06.30 wita tersebut telah merenggut tiga nyawa, 20 rumah dibakar massa dan 7 orang mengalami luka-luka.
Dari tujuh yang mengalami luka-luka, dua orang dirujuk ke RSUD Larantuka dan dua lagi dievakuasi ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.
Polisi pun masih menyelidiki penyebab terjadinya bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut.
(ely/mik)