Krisis Air Bersih Meluas, 6 Kecamatan di Tangerang Kekeringan

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 19:28 WIB
Dampak musim kemarau ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, semakin meluas. Hingga Kamis (23/7), sedikitnya enam kecamatan mengalami krisis air bersih. Ilustrasi (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Tangerang, CNN Indonesia --

Dampak musim kemarau ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten, semakin meluas. Hingga Kamis (23/7), sedikitnya enam kecamatan mengalami krisis air bersih.

Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang Hadi Fauzi mengatakan permohonan bantuan tersebut berasal dari delapan desa yang tersebar di enam kecamatan, yakni Panongan, Curug, Kelapa Dua, Sukadiri, Kronjo, dan Mekar Baru.

"Untuk Delapan desa itu ada, Kecamatan Panongan Panongan, Kecamatan Curug itu di Kelurahan Curug Kulon, Kelapa Dua itu Bojong Nangka, Kecamatan Sukadiri itu di Desa Gintung, Desa Kosambi, di Kecamatan Kronjo itu ada di Desa Muncung, dan Kecamatan Mekar Baru ada di Desa Jenggot dan di Desa Dadap Dalam," kata Fauzi saat merinci data kekeringan per Kamis (23/7).

Menurut Hadi, dari seluruh permohonan yang masuk, PMI baru dapat memenuhi kebutuhan di dua kecamatan. Masing-masing wilayah menerima bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter, sementara permohonan dari wilayah lainnya masih menunggu jadwal distribusi.

"Baru dua kecamatan yang baru disuplai, dan nanti kita lagi penjadwalan untuk kecamatan yang sudah mengajukan surat," ungkapnya.

Hadi memastikan, PMI akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau masih berlangsung. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari penugasan PMI Pusat yang dijadwalkan berlangsung hingga Mei 2027.

"Kalau untuk suplai air ini kita karena instruksinya PMI Pusat sampai satu tahun lah, jadi bulan Mei," ujar Hadi.

Sehari sebelumnya pada Rabu (22/7), krisis air bersih baru dilaporkan terjadi di lima kecamatan. Bertambahnya satu wilayah terdampak menunjukkan kekeringan terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sebelumnya telah memetakan sekitar 20 kecamatan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama puncak musim kemarau tahun ini.

(dod/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK