Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Kasus Karhutla, Diduga Terkait Sawit

CNN Indonesia
Minggu, 23 Agu 2026 15:50 WIB
Ilustrasi. Karhutla sawit, polisi tetapkan tersangka. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri total menetapkan 72 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni mengatakan jumlah 89 laporan polisi (LP) yang diterbitkan 9 Polda. Masing-masing yakni, Polda Riau, Polda Polda Kalbar, Polda Sumsel, Polda Jambi, Polda Kalteng, Polda Kalsel, Polda Kaltim, Polda Alceh, dan Polda Kaltara.

"Kesembilan Polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan," kata Irhamni dalam jumpa pers di Bareskrim, Minggu (23/8).

Menurut dia, polisi menemukan unsur kesengajaan dalam sejumlah kebakaran. Dia memastikan kebakaran tersebut bukan karena pemanasan iklim atau El Nino.

Bahkan, kata Irhamni, pembakaran hutan dan lahan diduga untuk pembukaan lahan untuk penanaman sawit pada musim hujan mendatang. Hal itu terkuak lewat penyitaan barang bukti yang salah satunya adalah barang sawit siap tanam.

"Rekan-rekan tahu ini adalah musim panas, sangat mudah untuk melakukan pembakaran dan dilakukan penanaman perkebunan sawit pada masa musim hujan nantinya," katanya.

Sedangkan, sejumlah barang bukti yang disita antara lain 35 buah korek api, 2 botol plastik oli bekas, 2 botol plastik BBM jenis solar, 2 jerige 10 liter yang berisikan BBM jenis solar, 2 botol plastik BBM jenis Pertalite.

Kemudian, 1 botol plastik minyak tanah, 21 parang, 2 kapak, 1 cangkul, 39 batang kayu bekas terbakar, 5 buah plastik sampel tanah terbakar, 2 unit senso, 13 plastik bekas polybag, 6 batang bibit sawit, dan 1 pasang sepatu put.

"Dari barang bukti- barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyelidik dan penyidik ini sangat jelas, tentunya motif pembakaran tersebut adalah pembukaan lahan tentunya," kata Irhamni.

(thr/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK