BPBD Jatim: Erupsi Semeru Normal, Belum Ganggu Aktivitas Warga
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi. Meski demikian, aktivitas vulkanik tersebut sejauh ini belum menimbulkan gangguan signifikan terhadap kegiatan masyarakat sekitar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan status Semeru saat ini masih berada di Level III atau Siaga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto mengatakan erupsi merupakan aktivitas yang lumrah terjadi di Gunung Semeru. Kendati begitu, ia menegaskan kondisi tersebut tetap harus diwaspadai lantaran potensi bahaya seperti lahar dan material erupsi masih ada.
"Kalau Semeru erupsi itu adalah suatu hal yang normal karena memang setiap saat erupsi Semeru terjadi. Tetapi hingga hari ini belum terjadi gangguan signifikan terhadap kegiatan masyarakat," kata Gatot saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Lihat Juga : |
Gatot mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terutama dengan menghindari kawasan yang dinilai rawan terdampak aktivitas vulkanik.
"Status Siaga di Semeru masih Level 3, sehingga masyarakat sebagaimana yang disampaikan oleh PVMBG sudah ada beberapa instruksi untuk menghindari area-area yang dirasa rentan, baik itu oleh lahar dingin yang bisa ditimbulkan atau letusan yang bisa dihasilkan dari erupsi tersebut," terangnya.
Ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini erupsi Semeru belum mengganggu aktivitas warga secara signifikan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan zona bahaya dan rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan PVMBG.
Sebelumnya, PVMBG dalam laporan pengamatan Semeru mencatat adanya aktivitas erupsi dan kegempaan pada gunung api tersebut.
Semeru masih berstatus Level III atau Siaga, dengan masyarakat diminta menjauhi sejumlah kawasan rawan, terutama sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan.