Rakit Bom hingga Bikin Tutorial, Pria di Bandung Barat Ditangkap

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 01:00 WIB
Ilustrasi. Pria berinisial MSA ditangkap polisi karena merakit bom low dan high explosive. (iStockphoto/LukaTDB)
Bandung, CNN Indonesia --

Pria berinisial MSA (25) ditangkap polisi lantaran memiliki keahlian untuk merakit bom low explosive (daya ledak rendah) maupun high explosive (daya ledak tinggi).

Ia juga diduga sudah puluhan kali meledakkan bom sebagai uji coba. Polisi menangkap MSA di kediamannya di Parompong, Bandung Barat dan menyita sejumlah bom rakitan.

"Ada bom yang sifatnya high explosive ini dia telah melakukan kurang lebih 16 kali percobaan, ya. Dengan jumlah daya ledak yang besar dia lakukan dan dia videokan itu. Kemudian untuk yang low explosive ini dia kurang lebih melakukan percobaan 40 kali," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam konferensi pers di Polda Jabar, Kamis (17/9).

Selain merakit bom dan melakukan uji coba peledakan, terduga pelaku juga merekam cara merakit bom dan menyebarkan di grup aplikasi pesan WhatsApp yang bernamakan True Crime Community. Grup tersebut merupakan komunitas kasus kejahatan nyata.

"Nah di sini perannya ada sebagai motivator kejahatan ekstrem. Jadi dia menglorifikasikan kejahatan di grup ini, ya. Lebih parahnya lagi adalah sebagai pembuat tutorial pembuatan bahan peledak, ya. Dia dengan kemampuan otodidaknya, kemampuan dia mempelajari sesuatu, dia mengajarkan di grup itu dan mengirimkan postingan-postingan secara aktif," ungkap Hendra.

Hendra mengatakan barang bukti yang berhasil disita dari terduga pelaku yakni satu buah mortir berupa proyektil peluru tank (diameter 8,8 cm, panjang 44 cm, kaliber 75-80 mm), 50 butir peluru hampa, 50 butir peluru tajam kaliber 5,5 mm, serta bahan kimia dan perlengkapan pembuatan peledak seperti potasium klorat, sulfur atau belerang, black powder, backing soda.

Lalu serbuk aluminium, tiner, serbuk kasa, potasium, serbuk zink, serbuk detonator, rush powder, lengkap dengan coet, muto, dan timbangan digital.

Selain itu, petugas menemukan casing granat, tiga buah laras senpi, satu buah per pegas, satu buah pelatuk, hingga potongan besi stainless berbentuk laras dan silinder berbagai ukuran yang akan dirakit menjadi senjata api.

"Disita juga satu unit crossbow beserta lima busur panah, tali busur, sarung dan kantong anak panah, medali memanah, delapan bungkus ujung anak panah logam, serta batang anak panah dari kayu maupun fiber," paparnya.

Barang bukti lainnya mencakup ransel, buku, kitab, semen, sumbu, pinset, penggaris, serbuk arang, casing detonator, botol kecil, sarung tangan lateks, hingga botol sumbu api fermentasi.

Polisi juga mengamankan berbagai alat pertukangan dan perlengkapan pelindung, di antaranya pahat, sikat kawat, sikat gigi, mata gerinda, cave, penjepit, solder, lem tembak, plat fiber, gergaji besi, amplas kawat, cutter, mata bor, benang jahit, alat tulis, empat buah helm baja beserta busa, penutup, kaca, dan dua bungkus kuncinya, serta deker pelindung tangan dan kaki.

Kasubdit 1 Dirkrimum Polda Jabar AKBP Rikky Aries Setiawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keahliannya merakit bom diketahui belajar melalui media sosial. Ia juga terinspirasi kejadian meledaknya bom di Bandung beberapa tahun lalu.

"Mengadopsi kejadian itu sehingga terinspirasi tersangka ini untuk membuat dan berencana akan mencoba kembali," katanya.

(csr/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK